Berita Media

Ali Muhammad Sulaiman, Peneliti kajian ilmiah akademik Asing Pertama yang Menjadikan Gontor Objek Penelitian Langsung

Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman meneliti selama 4 tahun dengan melakukan interview, pengamatan, dan angket kuesioner pada lebih dari 3000 narasumber yang terdiri dari assatidz, santri, alumni dan mahasiswa dari Gontor.

Sistem pembelajaran di Pondok Modern Darussalam, Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sering menarik perhatian kalangan pemikir dan akademisi Islam.

Tak hanya dari dalam negeri, akademisi luar negeri, terutama Timur Tengah, juga menjadikannya sebagai bahan kajian ilmiah akademik.

Beberapa tahun lalu, Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman yang saat itu masih menjadi Direktur Eksekutif League of Islamic Universities (Liga Perguruan Tinggi Islam Sedunia) meraih predikat cumlaude setelah lulus program magister bergelar master bidang ilmu pendidikan.

Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman menulis tesis berjudul “Evaluative Study of Indonesia’s Pondok Modern Darussalam Gontor Education Center in Applying the Concept of Education for Life” (Studi Evaluatif Atas Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia dalam Menerapkan Konsep Pendidikan untuk Kehidupan).

Gelar yang diraih warga negara Mesir berusia 41 tahun itu didapat dari Fakultas Tarbiyah, Universitas Benha, Mesir, 23 April 9 tahun lalu.

“Beliau memang melakukan penelitian sejak tahun 2007 di Gontor dan sempat menyebarkan ribuan angket untuk mendukung bahan tesisnya. Alhamdulillah, ternyata bisa meraih cumlaude,” ujar Ustadz Dihyatun Masqon (Allahuyarham) yang saat itu masih selaku Direktur Eksekutif Pusat Kajian Islam dan Barat atau Centre of Islamic Occidental Studies (CIOS) Pondok Modern Gontor, tahun 2011.

Kurikulum di Gontor itu menyeluruh untuk kehidupan. Seluruh kegiatan merupakan bagian dari kurikulum, tidak hanya kurikulum pengajaran di dalam kelas,”

Ahmah Muhammad Ali Muhammad Sulaiman, Former Executive Director League of Islamic University

Sebelumnya, sudah banyak tokoh dan pemikir dalam negeri yang mengkaji sistem pendidikan di Gontor. Akan tetapi, peneliti dari luar negeri dan khusus untuk kajian ilmiah akademik baru ada pertama ini.

Ustadz Dihyatun Masqon (Allahuyarham), ustadz yang akrab dipanggil Dihya itu, merupakan salah seorang yang ikut memberikan bahan-bahan tesis.

“Selain melakukan interview, beliau juga menyebarkan angket kepada siswa, guru, mahasiswa, dan para alumni Gontor. Jumlah angketnya lebih dari 3.000,” ujarnya.

Dalam tesisnya, Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman mengkaji metode pembelajaran yang diterapkan di Gontor. “Beliau menilai kurikulum di Gontor itu menyeluruh untuk kehidupan. Seluruh kegiatan merupakan bagian dari kurikulum, tidak hanya kurikulum pengajaran di dalam kelas,” katanya.

Kegiatan di luar kelas, misalnya, kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan co-kurikuler.

Salah satu keunggulan pengajaran di Gontor adalah dalam bidang bahasa. “Di Gontor, bagi siswa yang sudah lebih dari tiga tahun wajib berbahasa Arab dan Inggris masing-masing selama tiga hari,” papar ustadz yang pernah menjabat Wakil Rektor 3 UNIDA ini.

Ustadz Dihya menambahkan, salah satu kesimpulan penting dalam tesis Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman adalah Gontor dinilai memiliki kemandirian.

“Pendidikan tidak boleh dicampur dengan politik praktis. Gontor juga mengelola dana sendiri, termasuk lahan seluas lebih 300 hektare dengan status diwakafkan untuk umat Islam di mana pun,” ucapnya.

Salah satu alumni Gontor, Ahda Sabila, mengaku bangga atas gelar cumlaude yang diraih Ahmad Muhammad Ali Muhammad Sulaiman dalam tesis tentang Gontor.

“Saya juga mendengar kalau beliau meraih cumlaude setelah sidang tesis 23 April lalu,” ucap pemuda asal Kota Madiun ini.

Ahda mengatakan sangat merasakan manfaat menimba ilmu di salah satu pelopor pondok modern terbesar di Indonesia tersebut.

“Selain dididik ilmu agama dan ilmu umum, mentalitas juga ditempa,” ujar alumni yang kini jadi mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar, Mesir (Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan