Kabar IKPMKabar PondokUncategorized

Sejarah Singkat Terbentuknya IKPM

Mungkin ada yang lebih dari itu tapi mungkin hanya IKPM organisasi alumni yang jaringannya sangat luas. Cabangnya ada hampir di seluruh kota-kota tujuan utama pendidikan dunia. Dan organisasinya benar-benar hidup dalam arti bukan hanya catatan kepengurusan di atas kertas tapi benar-benar beraktifitas memberikan kontribusi bagi Pondok dan alumni.

Misalnya, salah seorang putra walsantor ada yang melanjutkan pendidikan di Jerman. Putranya sama sekali buta tentang Jerman, bagaimana jika sudah sampai ke Jerman, penginapannya, bagaimana naik angkutan ke kampus, dimana mencari makanan halal, dll, solusinya gampang: hubungi IKPM Eropa, maka mereka akan dengan sukarela membantu. Putra Bapak/Ibu akan dijemput di bandara, diantar ke penginapan yang sudah disiapkan dan bersedia memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan. Masya Allah!

Musyawarah Cabang IKPM Turki di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, 26-27 Januari 2020. Foto: Gontornews 

Begitu juga di Sudan, Mesir, Malaysia, Arab Saudi, Inggris dll, termasuk juga IKPM di seluruh daerah di Indonesia.

Itulah ikatan kekeluargaan alumni yang dilandasi keikhlasan, benar-benar seperti keikhlasan seorang kakak kepada adiknya. Masya Allah.

Lalu bagaimana luarbiasa ini terbentuk awalnya, tahun berapa dan bagaimana kepengurusan sekarang? Berikut walsantornews.com mewartakan sejarah singkat berikut kepengurusan terbaru periode 2019-2024. Sumber didapat dari Majalah Gontor, Wardun, dll.

Bermula dari Perjalanan ke Konggres Muslimin I Th. 1949

Pada tahun 1949 diadakan Konggres Muslimin Indonesia Pertama di Yogyakarta, Kiai Haji Imam Zarkasyi menghadiri konggres tersebut disertai Ghazali Anwar dan Mukari asal Ponorogo.

Perjalanan mereka bertiga dari Gontor-Ponorogo dengan kereta uap, tetapi melewati Surabaya, mengingat situasi keamanan saat itu tidak memungkinkan. Perjalanan mereka dari Surabaya ke Yogyakarta melewati Semarang.

Di Surabaya, K.H. Imam Zarkasyi bertemu dengan enam peserta konggres dari Kalimantan yang dipimpin oleh Idham Cholid, Alumni Pondok Modern Gontor.

Pada pertemuan itu terjadi jalinan kekeluargaan yang erat dan rasa khidmat terhadap guru yang kuat, apalagi banyak di antara alumni pondok Modern yang sudah lama tidak saling bertemu.

Melihat eratnya pertemuan Pak Zar dengan beberapa alumni di Surabaya itu, Mukari, asal Ponorogo yang menyertai Beliau merasa heran, betapa eratnya hubungan antara guru dengan muridnya tatkala bertemu, melihat kenyataan itu ia berkata: “Begini Pak, saya yakin cita-cita Bapak akan tercapai, Pondok Modern akan abadi. Masa depannya cerah.”

Kata-kata yang dilontarkan Mukari di atas adalah cita-cita Pak Zar untuk membina ukhuwah Islamiyah. Cita-cita untuk membuat organisasi kekeluargaan bagi alumni Pondok Modern yang telah tercetus sejak Tarbiyatul Athfal.

Anggota Konggres Banyak Alumni Gontor

Ketika Konggres Muslimin Pertama itu berlangsung, terlihat banyak alumni Pondok Modern yang menjadi peserta konggres mewakili berbagai macam organisasi dan berbagai macam daerah. Melihat kenyataan tersebut mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan, membicarakan terbentuknya organisasi kekeluargaan bagi setiap alumni.

Akhirnya, pertemuan yang dilangsungkan di rumah salah seorang alumni Gontor bernama Pak Dukhan di Ngasem Yogyakarta, berhasil membentuk organisasi alumni yang disebut dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) pada tanggal 17 Desember 1949 yang diresmikan kemudian tahun 1951, dengan tujuan agar hubungan bathin alumni dengan pondoknya tetap terpelihara.

Penyusunan AD/ART dan Peresmian IKPM

Setelah terbentuknya IKPM, disusunlah AD & ART yang kemudian disahkan pada Konggres I (Mubes I) IKPM di POndok Modern Gontor, pada 31 Oktober 1951 bersamaan dengan peringatan seperempat abad berdirinya Pondok Modern Gontor yang berlangsung pada 27 Oktober sampai dengan 4 November 1951

Pada Peringatan tersebut, IKPM mendapat amanat yang berat karea pada saat itu, K.H. Ahmad Sahal dalam pidato sambutannya mengungkapkan bahwa Pondok Modern sejak saat itu bukan lagi milik para Pendiri tetapi diwakafkan kepada Umat Islam dan pertanggungjawaban maju mundurnya diserahkan kepada para ALUMNI (IKPM)

IKPM Cabang

Berikut ini adalah beberapa IKPM Cabang yang diambil dari data tahun 2019

IKPM Cabang berdasarkan wilayah:

  • Sumatera 16 IKPM Cabang,
  • Jawa Barat 15 IKPM Cabang,
  • Jawa Tengah 16 IKPM Cabang,
  • Jawa Timur 27 IKPM Cabang,
  • Kalimantan 9 IKPM Cabang,
  • Sulawesi 6 IKPM Cabang,
  • Nusa Tenggara 2 IKPM Cabang,
  • Luar Negeri 13 IKPM Cabang.

Total ada 104 IKPM Cabang. Namun data bisa jadi akan bertambah karena adanya pembentukan cabang baru setelah data tersebut di atas dibuat.

PENGURUS PUSAT IKATAN KELUARGA PONDOK MODERN (PP IKPM) Gontor PERIODE: 2019 – 2024

Ketua Umum : H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Ketua I : Dr. H. M. Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil.
Ketua II : Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag
Sekretaris I : H. M. Badrun Syahir, M.A.
Sekretaris II : Hakam Arrosyada, M.Pd.I.
Bendahara I : H. Imam Iskarom, Lc.

Bidang-bidang
Dakwah dan Pendidikan : H. Saepul Anwar, M.Pd.
Dakwah dan Pendidikan : H. Suwito Djemari, S.Pd.I.
Usaha Ekonomi : H. Suraji Badi’, S.Ag.
Usaha Ekonomi : Sabar, S.Ag.
Publikasi dan Penerbitan : Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag.
Publikasi dan Penerbitan : Muchammad Taufiq Affandi, M.Sc.
Publikasi dan Penerbitan : Kurnia Rahman Abadi, M.M.
Keputrian : Hj. Alfiah Rahmawati Hidana, M.A.
Keputrian : Hj. Afifah Bidayah Syukri, M.A.
Keputrian : Hj. Khusnul Fahimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan