Info TerkiniKabar Pondok

Profesor Dr. Malik Fajar dan Gontor

Mengenang beberapa peran Almarhum bersama Gontor

 إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

Indonesia kembali berduka dengan wafatnya salah seorang terbaik bangsa, Profesor Dr. Malik Fajar. Beliau wafat pukul 19.00 tadi malam, 7 September 2020 di usianya yang ke 81 tahun Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Beliau adalah tokoh reformis dalam dunia pendidikan khususnya madrasah. Ia telah menelurkan banyak ide dan pembaharuan yang berusaha menjadikan pesantren dan madrasah berdiri sama tinggi dengan sekolah umum lainnya bahkan memiliki keunggulan lebih.

Niatan mulianya itu kemudian diejawantahkan saat Beliau menjabat Mentri Agama saat era Presiden B.J. Habibie (2001-2004) dan Menteri Pendidikan Nasional di era Megawati Sukarno Putri. Dan pada masa Presiden Joko Widodo, Beliau menjabat sebagai salah satu Dewan Pertimbangan Presiden.

Gontor memiliki hubungan yang erat dengan tokoh ini baik secara lembaga maupun secara pribadi dengan Kiai-kiai pimpinan Gontor. Berikut beberapa peristiwa yang menceritakan keterlibatan Prof. Malik Fajar dengan Gontor yang dihimpun oleh walsantornews.com dari beberapa sumber.

Menteri Yang Menerbitkan Keputusan Penyetaraan Ijazah Gontor

Prof Malik Fadjar cukup berjasa bagi Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat beliau duduk sebagai Menteri Agama tahun 1999, ijazah Gontor resmi diakui Pemerintah Indonesia. Melalui SK Dirjen Binbaga Islam No. E/IV/PP.03.02/KEP/64/98.

Untuk pertama kalinya, status Ijazah pendidikan Gontor disamakan dengan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Tidak hanya itu, melalui SK Mendiknas No/105/O/2000, ijazah Gontor juga disetarakan dengan Sekolah Menengah Umum.

Membebaskan Alumni Gontor masuk UMM tanpa Ijazah

Profesor Malik Fajar adalah salah satu tokoh yang berpendapat bahwa ijazah tidak terlalu penting melainkan kualitas pemilik ijazah yang lebih penting.

“Ijazah bisa basah karena hujan, ijazah juga bisa terbakar karena api, tapi karakter yang kuat takkan lebur oleh apapun,” demikian ujar Profesor Malik Fajar dalam sambutan di wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2015.

Dan prinsipnya ini juga diterapkan saat alumni-alumnni Gontor mendaftar ke UMM karena Gontor memang dari dulu dikenal karena pembentukan karakternya yang banyak memberi kontribusi bagi bangsa ini melalui beberapa alumni-alumninya.

Hadir saat Penyerahan wakaf Gontor 6 Magelang

Pada tanggal 20 Februari 2000, Profesor Malik Fajar, yang saat itu menjabat sebagai menteri Agama, hadir sebagai saksi dalam penyerahan tanah wakaf dari Dra. Hj. Qoyumi Kafrawi, seorang Mujahidah Gontor, yang juga istri Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A., Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

Di atas tanah wakaf itu kini berdiri Gontor 6 Darul Qiyam (kini Gontor 5) yang telah melahirkan ratusan alumni Gontor.

Meletakkan Batu Pertama Masjid Gontor 2

Pada tahun2001 Pondok Modern Gontor II Madusari Siman Ponorogo memiliki sebuah masjid yang megah,  yang peletakan batu pertama masjid ini dilakukan oleh Menteri Agama saat itu, Prof. Dr. Malik Fajar, MSc, dan utusan Syekh Salman Muhammad Al-Mihmadi salah seorang donatur pembangunan masjid.

Masjid Gontor 2 Ponorogo

Masjid Jami’ Gontor II yang dibangun dalam waktu 9 bulan 20 hari ini menelan biaya Rp. 2.356.479.348,00, dan diresmikan penggunaannya oleh Wakil Presiden Repubik Indonesia Dr. H. Hamzah Haz pada tgl. 7 Oktober 2001, dihadiri oleh 8.500 undangan dari masyarakat sekitar.

Candaan Kiai Syukri ke Prof Malik Fajar

Sebagai menteri agama saat itu, Prof. Malik Fajar beberapa kali berkunjung ke Kampus Gontor Ponorogo.

Kiai Syukri Zarkasyi selalu berkelakar bila ada tamu Pemerintah datang ke Gontor, salah satunya pada Beliau, Prof. Malik Fadjar..

“Pak, Insya Allah, Gontor akan terus berjalan meskipun tidak dibantu Pemerintah, tapi klo dibantu akan cepat larinya…”

(Semoga Allah menjaga Kiai Syukri Zarkassyi dan menyembuhkannya, aamiin)

Demikian beberapa yang berhasil dihimpun dari banyak interaksi Almarhum dengan Gontor. Semoga Allah membalas jasa-jasa dan kebaikannya, menghapus segala kekhilafannya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi Allah bersama orang-orang sholeh terdahulu. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan