Serba-SerbiTips dan Trik

Ga Bisa Mudif? Ini 6 Resep Makanan yang Tahan Lama yang Bisa Anda Buat Sendiri untuk dikirim ke Santri di Pondok

Musim pandemi Covid 19 ini, selain membawa keresahan sendiri akan potensi penularannya, juga membawa “nestapa” sendiri bagi wali santri: Dilarang Mudif!

Hal ini terasa sangat membawa “dampak psikologi” yang “tragis” bagi beberapa walsantor yang biasa mudif atau bagi walsantor santri baru, sehingga terkadang menyebabkan “halusinasi” dan efek psikologis lainnya.

Mulai dari ada yang mengaku mendapat piala juara satu “menahan rindu”, yang anehnya banyak orang mendapat piala yang sama: sebuah kantong kertas bertulisan: Juara 1 Menahan Rindu. Lha mana juara 2 dan 3nya? Inikan “sangat memprihatinkan”.

Atau ada yang pamer “tiket kereta” usang tapi diaku-aku: “tiket untuk mudif besok”. Padahal besoknya ia tidak kemana-mana. Lalu ada yang terserang “histeria” saat melihat berita apapun tentang Gontor di TV, sejak ada cuplikan tayangan di awal berita kemudian mantengin TV sampe beritanya keluar, dan mengerutu tidak jelas ketika berita yang dimaksud belum muncul-muncul.

Lalu ada juga yang terserang sindrom “ngamuk atau perasaan menyesal dan bersalah yang berlebihan” saat ada notifikasi telpon masuk dari nomor tidak dikenal yang tidak diangkat, dan lain-lain.

Hehehe walsantornews.com cuma bercanda … 🤭🤭🙏🙏

Maksudnya sebelum hal di atas betul-betul terjadi, mending bunda-bunda walsantor ke pasar lalu beli bahan-bahan berikut lalu dimasak sendiri sambil melantunkan ayat Al Quran, atau doa-doa atau shalawatan agar kandungan air dalam makanan itu bereaksi dan nantinya beresonansi positif dengan tubuh-tubuh anaknya yang makan makanan itu.

Berikut ini 6 masakan berikut resebnya yang bisa Ibu, Bunda, Ummu, Emak, Nenek coba dan praktekan.

Lauk seperti ini bisa disimpan dalam waktu lama, karena cukup kering. Cukup dimasukkan di wadah kedap udara agar bisa disimpan selama berbulan-bulan.

1. Abon Ayam

rev2

Abon bisa menjadi opsi simpanan lauk para santri. Juga bisa dijadikan hantaran saat berkunjung ke rumah kerabat atau sanak saudara.

Bahan:

  • 100 ml santan
  • 40 gram lengkuas yang sudah diparut
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 kilogram daging dada ayam
  • gula merah secukupnya
  • garam secukupnya
  • kaldu bubuk secukupnya
  • minyak goreng secukupnya (untuk menumis)

Bumbu halus:

  • 10 butir bawang merah
  • 7 buah cabai keriting/cabai besar
  • 5 buah cabai merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1/2 sendok teh ketumbar bubuk

Cara membuat abon ayam:

  1. Cuci dada ayam hingga bersih, kemudian kukus hingga matang. Setelah itu tunggu hingga dingin, lalu kupas kulitnya. Buang tulangnya, kemudian suwir-suwir setipis mungkin.
  2. Panaskan minyak dan tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan lengkuas, daun jeruk, daun salam. Kemudian tambahkan santan, gula, garam, dan kaldu bubuk. Tunggu hingga mendidih, kemudian baru masukkan daging ayam.
  3. Masak abon dengan api kecil sampai kering. Aduk terus agar tidak hangus. Angkat dari kompor jika dagingnya sudah benar-benar kering dan berwarna coklat tua.
  4. Simpan abon lele di dalam toples kedap udara. Sajikan sebagai lauk pelengkap nasi atau taburan untuk masakan lainnya.

2. Dendeng Ragi

rev2

Dendeng ragi atau serundeng daging? Apa pun namanya, pastinya lauk yang satu ini cocok untuk menemani nasi putih yang tak berlauk. Bisa disimpan hingga dua bulan lebih tanpa perlu dihangatkan kembali.

Bahan:

  • 250 ml air kelapa
  • 3 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 3 sendok makan gula merah
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 kilogram daging sapi tanpa lemak, iris tipis
  • 1 butir kelapa setengah tua, parut memanjang
  • 1 sendok makan air asam jawa
  • Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)
  • Garam secukupnya

Bumbu halus:

  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok makan ketumbar bubuk

Cara membuat:

  1. Panaskan sedikit minyak goreng di wajan besar, kemudian tumis bumbu halus. Jika sudah harum masukkan air asam jawa, gula merah, dan garam.
  2. Masukkan kelapa parut dan daging, kemudian aduk hingga bumbu tercampur rata.
  3. Masukkan air kelapa, kemudian tutup dan masak dengan api kecil sampai air kelapa menyusut. Aduk sesekali agar bagian bawahnya tidak gosong.
  4. Setelah air menyusut buka tutupnya, aduk terus sampai kelapa terlihat kering kecoklatan.
  5. Bila Anda menyukai dendeng ragi yang tidak terlalu kering silakan angkat dari kompor sebelum kelapa menjadi serundeng kering.

Biarkan dendeng ragi dingin, kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara. Kirim ke santri pake ekspedisi iKPM

3. Nugget Ikan Patin

patin rev2

Setelah nugget dari daging sapi, sekarang kita akan belajar cara membuat nugget dari ikan. Tidak harus ikan tenggiri atau kakap, ikan tawar seperti patin juga enak dibuat nugget, kok. Berikut ini cara pengolahannya.

Bahan:

  • 500 gram daging ikan patin, giling
  • 100 gram tepung roti
  • 50 gram tepung terigu serbaguna
  • 3 sendok makan bawang goreng
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1 butir telur ayam
  • 1 sendok teh kaldu bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh merica bubuk

Bahan pencelup:

  • 1 butir telur ayam, kocok lepas

Bahan pelapis:

  • 100 gram tepung panir

Cara membuat:

  1. Kocok sebutir telur, lalu masukkan bawang putih yang telah dihaluskan, bawang goreng, kaldu bubuk, garam, dan merica. Aduk hingga merata.
  2. Tuang tepung terigu pada wadah, lalu campur dengan kocokan telur tadi.
  3. Masukkan daging ikan patin yang sudah digiling halus, kemudian aduk rata.
  4. Alasi loyang dengan lembaran plastik atau aluminium foil, kemudian olesi dengan minyak secukupnya. Tuangkan adonan nugget ke dalamnya dan kukus selama 15 menit.
  5. Setelah matang, tunggu sampai nugget dingin. Kemudian potong-potong dan masukkan ke dalam tepung pencelup. Gulingkan ke dalam tepung pelapis, lalu simpan di dalam lemari es atau goreng langsung.

4. Kering Tempe Teri Kacang

teri kacang rev2

Di pondok sudah sering dibuat “daging” tempe, tapi ini tempe yang lain. Coba bikin kering tempe, yuk. Lengkapi dengan teri asin dan kacang tanah goreng agar semakin renyah. Cuma dimakan bersama nasi, tanpa yang lain juga tetap nikmat. Tapi hati-hati jangan sampai santrinya “ngepet“. Sedikit berbagi mungkin lebih berkah

Bahan:

  • 400 gram tempe
  • 60 gram ikan teri asin
  • 60 gram kacang tanah
  • 2 cm lengkuas dimemarkan
  • 1 batang serai dimemarkan
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 sdm air asam jawa
  • gula secukupnya
  • garam secukupnya
  • minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:

  • 6 buah cabai merah besar
  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri

Cara membuat:

  1. Potong-potong tempe seukuran korek api, kemudian goreng dalam minyak panas hingga kering.
  2. Goreng kacang tanah dalam minyak goreng yang banyak menggunakan api kecil.
  3. Cuci teri, kemudian jemur hingga kering. Setelah itu goreng dalam minyak panas hingga renyah.
  4. Panaskan wajan lalu tumis bumbu halus, air asam jawa, lengkuas, daun jeruk, daun salam, serai dan gula pasir dengan minyak secukupnya.
  5. Setelah bumbu harum, masukkan tempe dan kacang tanah sambil diaduk-aduk. Terakhir masukkan teri. Aduk hingga semua bumbu tercampur rata.
  6. Aduk-aduk terus sampai bumbu kering dan menempel. Matikan api, kemudian aduk kering tempe hingga wajan dingin.
  7. Dinginkan kering tempe, kemudian simpan dalam wadah kedap udara.

5. Kering Kentang Mustofa

mustofa rev2

Nah ini yang banyak menjadi unggulan tapi banyak yang gagal membuatnya. Kentangnya tidak renyak.

Apa bedanya kering kentang mustofa dengan kering kentang biasa? Jenis yang satu ini terbuat dari kentang yang dipotong korek api, sehingga hasilnya lebih renyah.

Bahan:

  • 500 gram kentang, potong korek api
  • 1 sendok teh kapur sirih
  • Air secukupnya (untuk merendam)
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu:

  • 50 gram gula pasir
  • 10 buah cabai merah, haluskan
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 sendok teh kaldu ayam bubuk (opsional)
  • 1 sendok teh air asam jawa
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Rendam kentang di dalam air yang sudah dicampur kapur sirih. Diamkan selama 15 menit, kemudian bilas dan tiriskan.
  2. Goreng kentang dengan minyak panas sampai renyah, kemudian tiriskan minyaknya.
  3. Tumis bumbu halus hingga harum, kemudian tuangi air asam jawa, kaldu ayam, dan garam. Aduk cepat agar bumbu merata dan tidak menggumpal.
  4. Masukkan kentang dan gula pasir, kemudian aduk cepat lagi hingga rata. Gunakan api kecil saja agar tidak cepat hangus.

6. Rendang Kering

rev2

Kalau susah atau repot buatnya bisa kontak “Juragan Rendang” Bu Rini, walsan Survival konsulat Jakarta, orang Padang yang punya rumah makan “pecel madiun”. 😅😅. Atau walsan asli padang lain yang biasa jual.

Tapi kalau mau coba-coba, silahkan pelajari resep di bawah ini

Bahan:

  • 1 kilogram daging sapi
  • 2,5 lt air santan kental
  • 1 lembar daun kunyit
  • 3 batang serai, geprek
  • 3 lembar daun salam

Bumbu halus:

  • 250 gram bawang merah
  • 8 siung bawang putih
  • 200 gram cabai kriting
  • 50 gram cabai rawit
  • 3 butir kemiri
  • 4 sendok makan ketumbar bubuk
  • 1 sendok teh jintan
  • 1 sendok teh lada
  • 1 sendok teh adas
  • 1 sendok teh pala
  • 1 cm jahe
  • 1 cm kunyit
  • 1 cm lengkuas

Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Masak santan hingga mendidih sambil diaduk aduk agar tidak pecah.
  2. Tambahkan bumbu halus, daun kunyit, serai, dan daun salam. Setelah itu masukkan daging.
  3. Masak hingga santan menyusut dan rendang berwarna kehitam-hitaman sambil sesekali diaduk. Kira-kira proses pematangan sampai 4 jam.

Setelah berhasil dibuat, dikemas dengan baik dan kirimkan dengan memakai ekspedisi IKPM yang resmi. Biar aman dan cepat sampai. Jangan lupa jika putranya satu rayon dengan anak penulis artikel ini, ajaklah sekali-dua kali makan bersama …. hehehe bercanda lagi … tapi beneran …eh ga deng 🤭🤭

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan