Kisah Alumni

Memoar Alumni: Ketika Alumni Ini Mengebrak Meja Mengingatkan Anggota KY

Orang-orang mengenalnya sebagai ulama yang hanif, ulama yang tegas dan terang dalam bersikap, integritas dan akhlaknya melangit, ulama yang hidup sederhana menjadi pilihannya, tidak tergoda dengan godaan material, dedikasi dirinya hanya untuk dakwah Islam melalui Muhammadiyah.

Beliau adalah Ustadz Muhammad Muqoddas, generasi “Abu Sittin” (alumni Gontor tahun 60 hingga 70an) yang mewarnai da’wah Islam di Indonesia dalam organisasi Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah 3 Periode dan Wafat Tahun 2017

Ustadz Drs. H. Muhammad Muqoddas Lc. M.ag lahir di Yogyakarta tanggal 26 November 1948. Beliau menjadi anggota organisasi Muhammadiyah sejak tahun 1971 dengan nomor keanggotaan 459170. Dan diamanahkan memimpin bagian Tabligh di Kepengurusan PP Muhamadiyah tiga periode berturut-turut dari tahun 2000 hingga tahun 2015.

Di penghujung usianya Allah mengujinya dengan sakit yang mengantarnya bertemu Penciptanya pada tanggal 22 Juli 2017, innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Da’wah Dengan Tidak Menerima “Amplop”

Ustadz Muhammad Muqoddas dikenal sebagai da’i yang sangat tawadhu dan tidak tergoda dengan kemewahan materi. Ia berda’wah tidak untuk mencari bayaran. Baginya Muhammadiyah sudah memberinya kecukupan dan tidak perlu menerima amplop dari setiap da’wahnya.

Salah satu yang terkenang akan akhlaq mulianya itu terekam dalam aktifitas da’wah terakhirnya. Saat itu dia sudah menderita sakit, tapi Beliau tidak membatalkan jadwal ceramahnya di Sumatera Utara. Selesai berceraman, bupati memberikannya sepucuk amplop yang tebal namun ditolaknya dengan dalih Muhammadiyah sudah memberinya cukup. Demikian dari kutipan penjelasan Dahnil yang saat itu masih menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah

“Dalam suasana kurang fit fisiknya tahun-tahun terakhir ini masih semangat tabligh ke daerah, bahkan ke daerah yang sangat jauh pun beliau tunaikan,” ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

Menggebrak Meja Mengingatkan Adiknya Untuk Menjaga Integritas

Saat Busyro Muqoddas selaku adik Muhammad Muqoddas terpilih menjadi anggota Komisi Yudisial (KY). Warga Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta membuat syukuran dan diisi ceramah oleh Muhammad Muqoddas. Dalam ceramahnya, sang kakak mengingatkan sang adik.

“Busyro, kamu akan berangkat ke Jakarta untuk memikul beban yang ditugaskan negara. Busyro kamu jangan korupsi, sekali lagi jangan korupsi. Jangan memalukan keluarga. Jangan memalukan Muhammadiyah,” tutur Dahnil, tokoh Pemuda Muhammadiyah, menirukan kalimat Muhammad Muqoddas saat itu.

Brak! Brak! Podiumm diketuk dengan keras,” kata Dahnil. Saat itu, Busyro terdiam. Semuanya juga terdiam karena merasa nasihat itu juga untuk semua yang hadir.

Di Muhammadiyah biasanya beliau menjadi seperti “polisi integritas” coba-coba melenceng dari akhlak Islam, Akhlak dakwah Muhammadiyah, maka bersiap akan mendapat teguran keras dari beliau,” tutur Dahnil.

Semoga Allah menempatkan Beliau di tempat paling mulia disisi-Nya bersama orang-orang sholeh terdahulu. Dan semoga Allah takdirkan Gontor senantiasa melahirkan alumni-alumni yang benar-benar mundzirul qoum, berintegritas, berakhlak mulia dan senantiasa bermanfaat bagi umat. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan