Berita AlumniInspirasi dan MotivasiKisah Alumni

Alumni Gontor Ini Pernah Jadi Imam Tarawih Rutin di Masjid Libanon

Insya Allah Gontor senantiasa melahirkan generasi-generasi yang siap mengemban suatu amanat ketika amanah itu datang. Tidak kurang dari ketua organisasi besar Islam di Indonesia, lembaga tertinggi negara, kabinet, rektor, beberapa kepala daerah hingga hanya seorang imam masjid di daerah terpencil.

Namun Kabar Alumni di walsantornews.com mengabarkan seorang alumni Gontor yang pernah menjadi imam rutin tarawih di sebuah masjid di Libanon saat masih menuntut ilmu di negara ini.

Alumni 2015 (Prestigious Generation)

Ustadz Ahmad Adhim Ardiyan, ustadz muda yang berasal dari Serang, Banten, menyelesaikan studinya di Gontor pada tahun 2015 dan menjalankan pengabdian wajibnya di Gontor 9 Lampung selama satu tahun. Kemudian Beliau melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Agama Islam Daarunnajah tahun 2016 jurusan Hukum Keluarga.

Pada tahun 2017, ustadz keahiran 1996 ini mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Libanon dengan perantara beasiswa dari Departemen Agama. Di sana Ustadz Ahmad mengambil jurusan Syariah Universitas Islam Beirut Darui Fatwa, Beirut Libanon.

Menjadi Imam Rutin Tarawih di Masjid di Libanon

Libanon, merupakan sebuah kota yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Islam Sunni Saat Ramadan di Bekaa, Lebanon tampak sangat meriah dengan hadirnya lampu-lampu yang berjajar di pinggir-pinggir jalan. Lampu-lampu yang bersinar terang di malam hari ini hanya terdapat di Bulan Ramadan saja, sehingga Kota ‘Anjar Bekaa tampak lebih cerah dengan berbagai tradisi lokal untuk mengisi bulan yang bertepatan dengan turunnya Al Quran ini.

Ustadz Ahmad Adhim Ardiyan, secara bergilir bersama seorang mahasiswa Indonesia juga dari Sumatera Utara (Muhammad Syakban Hasibuan) menjadi imam rutin ibadah shalat tarawih dan qiyamul lail di dua masjid di Kota Anjar yaitu di Masjid Ali Bin Abi Talib dan Masjid Al Azhar Bekaa.

Masjid Ali Bin Abi Talib adalah masjid yang terletak di Jalan Talabaya dan dapat menampung sekitar ratusan jamaah. Jamaah masjid ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama, akademisi, remaja, anak-anak bahkan pedagang serta para lansia.

Berbeda dengan Mesjid Ali, Masjid Al Azhar Bekaa yang terletak di jalan Majdal Anjar, Bekaa ini memiliki jamaah yang mayoritasnya para mahasiswa. Masjid terletak di dalam kompleks Universitas Islam Beirut, Cabang Darul Fatwa, Otoritas Islam Sunni Tertinggi di Lebanon

Dibanggakan Masyarakat Indonesia di Sana

Kepala Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Beirut, Imad Yousry mengatakan dalam rilis pers KBRI Beirut mengatakan, “kami bangga bahwa mahasiswa Indonesia secara aktif berkontribusi di masyarakat, khususnya pada bulan suci Ramadhan ini.”

Membimbing tadarusan

Saat menjadi imam, Adhim dan Syakban selalu mengenakan pakaian khas Indonesia dengan peci hitam dan baju koko. Duta Besar RI untuk Libanon KH. Achmad Chozin Chumaidy mengaku sangat bangga mahasiswa Indonesia dipercaya menjadi Imam shalat Tarawih di sana.

Duta Besar RI untuk Libanon KH. Achmad Chozin Chumaidy sangat bangga, mahasiswa Indonesia dipercaya menjadi Imam sholat Tarawih di Lebanon. “Ini menunjukkan kualitas qiroah dan tahfidz al qur’an mahasiswa Indonesia diakui oleh ulama-ulama Lebanon,” imbuhnya.

“Kalau orang Arab menjadi Imam di Indonesia itu sudah biasa. Tapi kalau orang Indonesia menjadi Imam di Lebanon itu menjadi luar biasa,” lanjut Dubes Chozin.

Pernah Mengikuti MTQ Daerah dan Runner Up Kontes Pidato Bahasa Arab

Ustadz Ahmad memiliki suara yang sangat merdu saat membaca ayat-ayat dalam alquran tidak aneh jika ia pernah mengikuti ajang MTQ tingkat Kota di daerahnya.

Selain itu, saat masih duduk di kelas 5, Ustadz Ahmad pernah meraih Runner Up Arabic Public Speaking Contest suatu pencapaian yang membuktikan kemampuan Bahasa Arabnya yang tidak main-main.

Ustadz Ahmad saat kontes pidato Bahasa Arab

Kini Menjadi Ustadz di Daarun Najah

Selepas dari pendidikannya di Libanon, Ustadz Ahmad Adhim Ardiyan mengabdikan dan mengamalkan ilmunya dengan menjadi ustadz di Pesantren Daarun Najah.

Kiprah Ustadz Ahmad dapat menjadi inspirasi bagi santri dan para wali santri dalam memotivasi putra-putrinya bahwa walau Gontor bukan sekolah khusus pendalaman ilmu Al Quran khususnya qiroat, tapi banyak kiprah alumni mampu bersaing dengan alumni-alumni lain dari segi keindahan bacaan Al Quran, insya Allah. (Sumber: Republika, Detik, gontor.tv, linkedn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan