Kabar Pondok

Gontor 5 Darul Qiyam Bermula

Mungkin belum semua tahu bagaimana bermula Gontor 6 Daarul Qiyam Magelang. Pondok cabang yang baru berusia 21 tahun ini bermula memiliki penomoran cabang yang ke 6, namun beberapa saat sebelum tahun ajaran baru tahun 1441 H telah berganti menjadi Gontor 5

Wakaf Ibu Qoyumi Kafrawi

Beliau adalah istri Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A., Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Studi Islam Darussalam (ISID) sebelum berubah menjadi Universitas Darussalam Gontor.

Beliau Wafat pada tanggal 31 Agustus 2000, pukul 10.30 WIB di R.S. Harapan Kita, Jakarta, dalam usia 64 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga, di Gadingsari, Mangunsari, Sawangan, Magelang.

Almarhumah dilahirkan di Magelang, 17 Agustus 1937, dari pasangan H. Abdullatif dan Hj. Umi Kulsum. Qoyumi semasa kecil dikenal sebagai anak yang rajin shalat, mengaji, dan membantu orang tua. Pendidikannya diawali di Sekolah Dasar Sawangan, kemudian setamat Sekolah Menengah Tingkat Pertama “Al Iman”, beliau melanjutkan ke PGA “Muhammadiyah” Yogyakarta, sebelum melanjutkan studi ke Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga tamat pada tahun 1964.

Sebelum wafat, pada tahun yang sama, beliau mewakafkan Pesantren Darul Qiyam, tepatnya tanggal 23 Februari 2000 di depan masjid kompleks perumahan peninggalan orang tua beliau (Bapak H. Abdul Latif) di Sawangan, Magelang.

Menanggapi niat baik tersebut, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor berserta rombongan mengadakan survei ke lokasi tersebut pada tanggal 22 – 23 Juli 1999. Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan memusyawarahkannya dengan berbagai pihak akhirnya Pimpinan Pondok menerima tawaran wakaf tersebut dan akan mengembangkannya menjadi sebuah Pondok Pesantren, hal ini sejalan usulan pada Sidang Badan Wakaf ke – 42 pada tanggal 24 – 25 Juli 1999, di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Penyerahan Wakaf

Dengan disaksikan ribuan jama’ah antara lain Bapak Drs. H. Marwan Sarijo (Sekjen Departemen Agama mewakili Menteri Agama R.I. Bapak Prof. H. Malik Fajar, M.Sc., Prof. Dr. Husni Rahim (Dirjen Binbaga Islam), Dr. H. Bambang Pranowo (Sekretaris Ditjen), para ulama dan pejabat setempat, diadakanlah upacara penyerahan wakaf dan persemian berdirinya Pesantren Darul.

Tampak pada gambar waktu pelaksanaan penandatanganan dan penyerahan wakaf ; Ibu Dra. Qoyumi Kafrawi bersama Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A dan Putra ibu Qoyumi (Mas Arif) dan Dirjen Bimbaga Depag RI Dr. H. Marwan Sarijo dan tampak Ketua Badan Wakaf KH. Kafrawi Ridwan memberi sambutan dan penjelasan awal mula Pondok Modern Gontor 6 Darul Qiyam.

Ketika itu, diawali dengan pembacaan Ikrar Wakaf oleh Ir. H. Arif Darmawan, M.Eng (anak kandung II) yang telah disetujui oleh H. Rahmat Himawan, MBA (anak kandung I) dan H. Kafrawi Ridwan (Suami), Dra. Hj. Qoyumi dengan ikhlas disertai wajah yang berseri-seri dan suara yang jelas menyerahkan Kompleks Perumahan Joglo 3 (tiga) buah, 1 (satu) masjid, 1 (satu) unit asrama santri dan dua (2) unit ruang belajar dan 12 ruang kelas yang berdiri di atas 4 hektar tanah.

Semuanya diserahkan kepada K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan ucapan: 

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya Qoyumi Kafrawi dengan persetujuan semua ahli waris menyerahkan untuk selama-lamanya empat hektar tanah dengan segala isinya sebagai wakaf kepada “Pondok Modern Gontor” untuk dikembangkan menjadi sarana pendidikan dan dakwah.”

Makna Darul Qiyam

Wakaf tersebut kini telah menjadi Pondok Modern Gontor 6 “Darul Qiyam”, sebuah nama yang sengaja dipilih dengan maksud;

(a) Qiyam berarti berdiri, dengan harapan para santri/alumni dari Pesantren ini kelak mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri),
(b) Qiyam dapat dikaitkan dengan Qiyamulail, dengan harapan agar para santri/alumni kelak peduli sengan nasib ummat dan bangsa dengan memperbanyak tahajjud,
(c) Qiyam adalah jama’ah dari Qimah yang berarti Harga  atau Kualitas, dengan cita-cita pesantren tersebut dapat mencetak kader ummat dan pemimpin bangsa yang berkualitas, berakhlak, dan berwibawa.
(d) Qiyam juga sekaligus mengenang waqif yang bernama Qoyumi agar anak cucunya ikut bertanggung jawab secara moril mengembangkan dan meningkatkan kualitas Pesantren “Darul Qiyam”.

Bermula hanya mempunyai daya tampung 80 Santri

Menindaklanjuti penerimaan di daerah yang cukup sejuk itu dikirimlah 2 orang guru, yaitu H. Farid Sulistiyo, Lc. Dan M. Abdullah Bajuri, Lc. untuk merintis berdirinya cabang Gontor ke-6 di sana, adapun saat ini Gontor 6 di pimpin oleh Ustadz H. Sunanto WR, M.A.

Pada awal pembukaannya, di Pondok ini telah tersedia fasilitas 1 buah masjid, 1 unit rumah, 8 lokal asrama santri dengan daya tampung 80 orang, 6 lokal kelas, dan 8 lokal WC/Kamar Mandi . Berbagai kegiatan awal telah dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat, misalnya pengajaran di TPA, Pengelolaan masjid “Nurul Hidayah” sebagai tempat pengajian/yasinan, dan beragam olahraga.

Anak-anak kelas 6 Gontor 6 ( kini Gontor 5) ikut membantu pengecoran gedung kelas baru

Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan gedung Qoah atau Aula Gontor 5

Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI)

Kegiatan resmi pendidikan dan pengajaran setingkat KMI Gontor di cabang ini, mulai diselenggarakan pada bulan Syawwal 1420 dengan dikirim 100 santri dan beberapa guru dari Gontor. Mulai tahun ajaran 1424-1425 ini, kegiatan belajar mengajar di Pondok Modern Darul Qiyam telah berjalan untuk seluruh kelas I – 6 dengan dikirimnya sejumlah siswa kelas 5 dan 6 ke Pondok ini.

Sistem pendidikan di KMI Darul Qiyam sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian pula berbagai aktivitas dan program-programnya.

Tenaga pengajar Darul Qiyam terdiri dari lulusan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, ISID dan universitas Al-Azhar Kairo. Adapun santri Darul Qiyam adalah mereka yang ditempatkan di Pondok ini pada ujian masuk KMI Pondok Modern Darussalam Gontor serta pindahan dari Gontor Pusat.

Setiap siswa KMI Darul Qiyam di seluruh tingkatan dapat melanjutkan ke KMI Pondok Modern Darussalam Gontor jika mencapai standar nilai tertentu yang telah ditetapkan pada ujian kenaikan kelas di samping pertimbangan mental siswa yang bersangkutan.

Sebagaimana siswa akhir KMI pondok cabang Gontor lainnya, mereka mengikuti ujian akhir kelas VI, praktek mengajar, dan berbagai aktifitas lain menjelang kelulusan di Gontor Pusat.

Pengasuhan Santri

Saat ini, semua kegiatan dan acara pondok mulai mandiri. Kegiatan organisasi dan kepramukaan telah menjadi tanggungjawab santri, di bawah bimbingan para guru. Sebelumnya para guru masih banyak terjun menangani langsung kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler santri.

Seperti halnya di Gontor Pusat, seluruh santri, di luar kelas mendapat bimbingan, pengajaran, dan pengembangan secara intensif oleh Pengasuhan Santri yang bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstra kurikuler yang meliputi: keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga, ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, dll. Dengan beberapa modifikasi dan inovasi, seluruh kegiatan ekstra kurikuler tersebut mengacu kepada aktivitas yang diselenggarakan oleh Pengasuhan Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Gerakan Ekonomi Produktif

Mengingat umurnya yang masih relatif muda, gerakan ekonomi Pondok masih terbatas pada unit-unit usaha yang berada di bawah Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), misalnya: koperasi pelajar, kantin pelajar, penatu, dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan