Profil Wali Santri Gontor

Hadji Kalla: Sekolah itu hanya Gontor

Profil Hadji Kalla

Haji Kalla adalah seorang pengusaha asal Bone, Sulawesi Selatan. Bersama istrinya, Hajjah Athirah Kalla, mereka memulai usaha di bidangH tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Sukses di kota terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Haji Kalla merambah berdagang ke Makassar pada 18 Oktober 1952.

Bisnisnya terus berkembang, lima tahun kemudian merambah bisnis transportasi dan membeli mobil truk internasional untuk mengangkut hasil bumi dari Bone ke Makassar. Selain itu, mengoperasikan mobil penumpang jenis station wagon yang melayani trayek Makassar-Bone, dan diberi nama Cahaya Bone. Selanjutnya memberanikan diri mendirikan NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, yang fokus menekuni bidang perdagangan dan logistik.

Usaha yang besar dan terus berkembang, tidak membuat Haji Kalla melalaikan pendidikan agama pada anak-anaknya. Dan pilihannya saat itu adalah Gontor.

Sekolah itu Hanyalah Gontor

“Bagi saya dan keluarga, terutama Bapak saya, Gontor selalu menjadi harapan,” ujar Yusuf Kalla, mantan wakil presiden, penerus bisnis Haji Kalla, dalam setiap kesempatan jika ia berbicara tentang Gontor.

“Di awal 1970-an lalu, menurut Bapak saya, sekolah itu hanyalah Gontor,” lanjut dia.

Kecintaan orangtuanya pada pondok pesantren yang terdapat di Ponorogo, Jawa Timur itu, membuat Kalla mengirimkan anak-anaknya ke sana. Kendati demikian, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bukanlah alumnus ponpes itu.

“Adik saya, keponakan-keponakan saya banyak yang mencoba masuk ke Gontor. Ada yang diterima, ada juga yang ditolak,” seloroh Kalla.

Kecintaan orangtuanya kepada Gontor tak hanya sebatas itu. Bahkan, Kalla mengatakan, ayahnya rela menginap dua sampai tiga bulan di Gontor setiap tahunnya hanya untuk melihat anak dan cucunya.

Kecintaan itulah yang akhirnya menginspirasi Kalla untuk mewakafkan tanah kepada Gontor untuk membangun cabang Ponpes Gontor di Poso.

Kepedulian terhadap Pendidikan dan Da’wah

Keluarga Kalla memiliki kepedulian yang besar terhadak pendidkan dan da’wah. Di antaranya sebagai berikut:

  • Sekolah Islam Athirah: PG, TK, SD, SMP, SMA
  • Beasiswa penuh SMP-SMA Athirah Boarding School (Berasrama) Bone untuk siswa dhuafa berprestasi
  • Beasiswa pelajar dan mahasiswa dhuafa berprestasi ke berbagai universitas
  • Bantuan penelitian
  • Peduli sekolah/madrasah marginal (SDM, sumber belajar, dsb.)
  • Kalla Award for Education

Untuk Pendidikan non-formal seperti Kursus keterampilan kerja untuk Dhuafa dan Pendidikan kader ulama

Secara umum keluarga ini juga berkontribusi dalam syi’ar dan da’wah dengan memberikan bantuan ke panti asuhan dan pesantren, santunan lebaran, anak yatim, kaum dhuafa dan rumah jompo, pembangunan sarana ibadah, wakaf dan kegiatan da’wah.

Masya Allah, semoga Allah menerima semua amal ibadahnya, dan Allah tempatkan Beliau di tempat terbaik di sisi-Nya bersama para dermawan-dermawan ahli surga dari orang-orang sholeh terdahulu. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan