Berita Keluarga Besar

Pimpinan Ar Risalah, KH Mohammad Ma’sum Yusuf Wafat, Dr. Husnan Bey Fanani Bersedih

Ponorogo, — Pimpinan Pondok Modern (PM) Arrisalah, Slahung, Ponorogo, KH Mohammad Ma’sum Yusuf meninggal dunia, Ahad (19/7). Kiai Ma’sum meninggal dunia akibat penyakit struk yang dideritanya dalam satu tahun terakhir.

Bagi keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, sosok Kiai Ma’sum dan Pondok Modern Arrisalah Slahung memiliki keterikatan emosional yang mendalam. Sebelum berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 di Siman, PM Arrisalah menjadi salah satu pondok tujuan santri yang hendak mempersiapkan diri sebelum masuk Gontor.

Kiai Ma’sum tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar (1970-1975). Beliau tercatat sebagai alumni Pondok Modern Darussalam Gontor periode 1975-1976. Ia juga mengenyam pendidikan di Institut Pendidikan Darussalam dan meraih gelar Sarjana Muda (BA) pada tahun 1990.

Pria kelahiran Ponorogo 26 Juli 1956 tersebut juga tercatat sebagai Sekretaris Pribadi KH Imam Zarkasyi periode 1976-1985. Ia juga tercatat sebagai guru KMI Pondok Modern Darussalam Gontor mulai tahun 1976 hingga tahun 1995.

Duka mendalam juga dirasakan langsung oleh tokoh alumni Gontor seperti Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Dr Husnan Bey Fananie. Dalam keterangannya, Husnan mengatakan bahwa dirinya santri pertama Kiai Ma’sum dan tahu betul keseharian sang kiai.

Bagi Husnan, almarhum Kiai Ma’sum merupakan syuhada, guru, sekaligus mujahid bagi santri-santrinya.

Semoga Ustadz KH Ma’sum Yusuf husnul khatimah dan ditempatkan bersama orang-orang shalih dan Pondok Modern Arrisalah akan terus maju menggapai cita-cita yang selalu diperjuangkannya hingga akhir hayat,” kata Husnan dalam pesan WhatsApp yang diterima Gontornews.com.

Beliau adalah satu dari para syuhada yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah di tanah Jawa dan Tanah Air, Indonesia. Saya sebagai saksi bagaimana beliau berjuang mendidik dan mengajar saya sebagai santrinya yang pertama di Pondok Arrisalah, Slahung.”

“Beliau mengajar saya di bawah pohon nangka di belakang rumah beliau. Selamat jalan guruku, kiaiku, mujahidku,” tutup Husnan. [Mohamad Deny Irawan] (Sumber: GontorNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan