Serba-Serbi

Gontor Hanya Terkenal di Luar Negeri Kini Harus Terkenal di Indonesia

Pondok Modern Darusallam Gontor memang terletak di Ponorogo. Namun, namanya lebih terkenal di negara lain dibanding di Indonesia.

Maka dari itu, di miladnya yang ke 90, pondok tertua di Indonesia tersebut ingin lebih meng-Indonesiakan diri. “Sejak zaman Belanda, Jepang dan Inggris sampai merdeka, Pondok Modern Darusallam Gontor tetap berdiri,” kata KH Hasan Abdullah Syahal, saat memberikan sambutan.

Dia mengatakan, sampai umurnya yang ke 90 Pondok Modern Darusallam Gontor tetap berdiri teguh. Hasan juga berpesan khusus bahwa Gontor berkomitmen tetap berjuang melalui dunia pendidikan.
“Dari dunia pendidikan ini, NKRI tetap harga mati,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan K.H Ahmad Hidayatullah Zarkasyi selaku ketua panitia Milad Pondok Modern Darusallam Gontor yang ke 90.

Dia mengatakan komitmen Gontor untuk lebih meng-Indonesiakan Gontor sudah dari dulu.

Dia mengatakan santri yang ada di Gontor dari sabang sampai merauke. “Mereka yang satu daerah tidak mungkin satu kamar,” katanya.

Jadi, lanjut dia, otomatis tidak ada penggunaan bahasa daerah saat di asrama. Mereka wajib memakai bahasa Indonesia.

Dia menerangkan peraturan itu menunjukkan bahwa Gontor tetap Indonesia. Walaupun pada hari tertentu, santri juga diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dan Bahasa Arab

Bahkan sudah terbukti, saat acara Milad Pondok Modern Darusallam Gontor yang dihadiri Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin bisa menyanyikan lagu kebangsaan.

“Kami bisa menyanyikan Indonesia Raya, itu bukti kami Gontor ke 90 ingin lebih Indonesia,” pungkasnya.(mit/ted/beritajatim)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan