Berita Keluarga BesarKabar Pondok

Innaalillahi wa innaa ilaihi rooji’uun, Ustadz Ancah, Putra Kiai Hasan Wafat

Gontor kembali berduka. Belum genap sepekan setelah diangkat sebagai anggota termuda Badan Wakaf Gontor, Ustadz KH. Heikal Yanuarsyah Ibadillah dipanggil oleh Allah.

Seluruh keluarga besar Gontor berduka, terutama Ayahanda Kiai Hasan Sahal yang merupakan ayah dari Almarhum. Kiai Hasan baru saja kehilangan Saudaranya, Sahabatnya yang juga sama-sama memimpin Gontor, KH. Syukri Zarkasih, kini semakin berduka karena putra tertuanya mendahuluinya bertemu Penciptanya. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun

KH. Heikal Yanuarshah Ibadillah, SE, M.Si biasa dipanggil mas Ancah atau ust Ancah. Lahir di Ponorogo pada 27 Januari 1980. Beliau adalah Pengasuh Ma’had Al Muqoddasah, sekaligus putra sulung dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal. Dikenal sebagai pribadi yang cerdas, lugas, cekatan.

Masa mudanya, dipakai untuk mencari ilmu. Tercatat, sebelum tamat SD sudah menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz di Ponpes Al Munawwariyah, Malang. Kiai Maftuh Said menurutkan, bahwa mas Ancah di usia belia, telah menyelesaikan hafalan al Qur’annya hanya dalam waktu 15 bulan. Padahal, seusianya rata-rata memerlukan waktu 3-5 tahun. Setelah kelas 5 SD, beliau keluar pesantren dan lanjut di SD Gontor. Kemudian meneruskan di SMPN 2 Ponorogo, baru kemudian masuk KMI Gontor 1995-1999. Setelah lulus, beliau lanjut di SMA Hasanuddin Wajak, Malang. Di sini, beliau mendapatkan nilai NEM tertinggi se kab Malang. Akhirnya S1 dan S2nya di Universitas Indonesia.

Beliau adalah cucu pendiri Gontor, KH. Ahmad Sahal. Sesaat sebelum meninggal pada tahun 1977, beliau berwasiat bahwa yang meneruskan menjadi Imam di Masjid Jami’ Gontor adalah KH. Hasan Abdullah Sahal, putra ke-6 dari 9 bersaudara. Wasiat langsung dituturkan kepada saudaranya, KH. Imam Zarkasyi, “Pak Zar, nanti yang mangku masjid, Hasan,” Padahal saat itu, beliau sedang menempuh studi di luar negeri. Saat kiai Ahmad Sahal berpulang, pak Hasan mudalah yang menggantikannya. Sejak tahun 1977-hingga sekarang, beliau tidak pernah meninggalkan menjadi imam Jum’at.

KH. Hasan Abdullah Sahal, memiliki 7 anak, dan mas Ancah adalah yang tertua. Kamis, 26 November 2020 pkl 19.00 mendapatkan musibah. Kecelakaan sepeda motor di Simpang Tiga Sambi Rejo, Jenangan, Ponorogo. Kecelakaan tidak bisa dihindarkan, karena ada motor yang menyebar jalan tidak menengok kanan-kiri. Akhirnya beliau mengalami pendarahan di telinga kiri, wajah, tangan, dan kaki lecet, namun masih sadar. Akhirnya di bawa ke rumah sakit.

Sabtu, 28 November 2020, Badan Wakaf (lembaga tertinggi di Gontor) menetapkan anggota baru. KH. Heikal Yanuarshah Ibadillah, SE, M.Si menjadi anggota ke 15, sekaligus anggota termuda. Bagi KH. Hasan Abdullah Sahal, bisa menjadi jawaban, pasalnya sejak peringatan 90 tahun Gontor, 2016 silam, beliau berkali-kali mewanti-wanti bahwa umurnya sudah tidak muda lagi. Harus ada regenerasi. Badan Wakaf menjawabnya, seolah berkata: “Nanti yang menggantikan pak Hasan jadi Imam Masjid Jami’ adalah mas Ancah.”

Namun, takdir Allah berkata lain, Senin, 30 November 2020 sore, mas Ancah berpulang ke sisi Allah SWT. Banyak yang menolak kepergiannya, mengapa orang secerdas, sealim, dan selembut beliau harus pergi di usia muda? Rencana Allah SWT pasti ada hikmahnya. Kita harus mengikhlaskan ini semua.

Bagi kakeknya, KH. Ahmad Sahal, Al Qur’an menjadi soko guru pendidikan Gontor. Bahkan beliau bernadzar jika ada santri Gontor hafal Al Qur’an 30 juz, akan disembelihkan kambing dari uang pribadinya. Begitu pula dengan ayahanda mas Ancah, KH. Hasan Abdullah Sahal, berkata: “Kalau jutaan santri-santriahnya, jutaan ustadz-ustadzahnya, jutaan dosen-dosennya, dan semua alumni-alumninya, HAFAL dan PAHAM Al-Qur’an 30 juz. Itu minimal syarat yang mungkin layak mengaku atau dibilang Maju.”

Menangis atas kepergian mas Ancah, boleh. Menangisi kepergiannya, JANGAN. Mari teruskan Perjuangannya.

Ditulis oleh: Ahmad Ghozali Fadli
Khodimul Ma’had Bumi Al Qur’an, Wonosalam, Jombang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan