Berita Media

The New York Times Pernah Menulis Gontor sebagai “Harvard”nya Indonesia

Di saat sedang mencari berita tentang pandangan media asing tentang apa yang terjadi baru-baru ini, tentang Omnibus Law, saya mencoba membuka media online asing, The New York Times, tiba-tiba pandangan mata teralihkan dengan sebuah artikel lama tentang kunjungan sejumlah pimpinan pondok pesantren di wilayah pantai Utara Amerika Serikat tahun 2003.

Pemerintah Amerika Serikat saat itu mengundang 25 pimpinan dan pengajar beberapa pesantren dan Gontor ternyata termasuk di dalamnya.

Saat itu Gontor diwakilkan oleh Kiai Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, yang masih menjadi wakil pimpinan di Gontor Putri. Kiai Ahmad yang masih berusia 47 tahun dan disebut sebagai salah satu pimpinan senior di rombongan pimpinan pesantren tersebut.

Harvardnya Indonesia

Yang unik adalah gambaran yang disampaikan wartawan TNYT yang menyatakan Gontor sebagai sekolah paling bergengsi di Indonesia, bahkan dianggap sebagai Harvardnya Indonesia.

A senior Indonesian in the group, Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, 47, is the director of the girl’s branch of Gontor, the most prestigious pesantren in Indonesia. Even though it is a high school, Gontor is sometimes referred to as the Harvard of Indonesia — in part because it offers a healthy dose of secular subjects.

(Peserta dari Indonesia yang senior di grup itu, Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, 47 tahun, adalah direktur Gontor Putri, pesantren paling bergengsi di Indonesia. Walaupun Gontor sebuah sekolah setingkat SMA, Gontor kadang-kadang disebut sebagai Harvardnya Indonesia, sebagian karena ia menawarkan pelajaran sekuler yang sehat.)

Sekuler disini tentu maksudnya gi Gontor selain diberi pelajaran agama juga pelajaran umum non agama.

Baker Library Harvard University

Harvard adalah salah satu universitas bergengsi di Amerika yang lulusan-lulusan mendapat penghargaan tertinggi karena kualitas keilmuanya. Lulusan-lulusan Harvard banyak menduduki posisi-posisi bergengsi di pemerintahan atau perusahaan swasta, khususnya di bidang hukum.

Nama Harvard sendiri bisa menjadi jaminan terhadap alumnus-alumnusnya. Ini tentu menjadi sesuatu yang cukup membanggakan.

Kecerdasan Kiai Ahmad Zarkasyi

Biasanya, jika seseorang diundang oleh seorang atau negara “terhormat”, bisa jadi tamu tersebut banyak memuji tuan rumah kemudian sulit berlaku objektif terhadap kebijakan tuan rumah yang tidak adil. Namun itu tidak bagi Kiai Ahmad Zarkasyi terhadap Amerika.

Beliau secara terus terang bahwa walau secara umum sikap Amerika lebih baik dibanding negara-negara Eropa lainnya namun tentang pengetahuan tentang Islam, dan kebijakan pemerintah Amerika – Kiai Ahmad Zarkasyi tetap tidak percaya. 

Mr. Zarkasyi said he was pleased that Americans were less class-conscious than Europeans, and certainly friendlier. But on matters that deeply concerned him — knowledge of Islam, and the policies of the American government — Mr. Zarkasyi remained distrustful.

(Zarkasyi mengatakan dia senang bahwa orang Amerika memiliki kesadaran kelas yang tidak seperti orang Eropa, dan tentunya lebih ramah. Tetapi tentang hal-hal yang sangat mengkhawatirkannya – pengetahuan tentang Islam, dan kebijakan pemerintah Amerika – Tuan Zarkasyi tetap tidak percaya.)

Bahkan Kiai Ahmad Zarkasyi menyatakan kekecewaannya saat rombongan bertanya tentang mengapa Amerika Serikat tidak mau mendorong pengembalian tanah ke Palestina, namun asisten menteri luar negeri untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, James A. Kelly tidak mengatakan apa-apa.

Kebanggaan Gontor

Yang unik lainnya, Kiai Ahmad mengatakan bahwa setelah kunjungannya ke Amerika malah makin membangkitkan kebanggaannya dengan Gontor. Dia melihat bahwa apa yang diraih Gontor selama ini dicapai dengan kemandiriannya yang tidak tergantung dari bantuan pemerintah. Dia membandingkan sebuah sekolah “kaya” di Amerika yang dianggap memiliki karakter yang sama dengan Gontor.

”If we had as much money as Cushing Academy, we could do better than them,” said Mr. Zarkasyi, referring to a well-endowed private secondary school the group had visited in Ashburnham, Mass.

(”Jika kami memiliki uang sebanyak Akademi Cushing, kami dapat melakukan yang lebih baik daripada mereka, ” kata Zarkasyi, mengacu pada sekolah menengah swasta yang sangat kaya yang dikunjungi kelompok itu di Ashburnham, Massachuset.

Profil Singkat Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi

Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. saat ini memegang amanah sebagai Dekan Fakultas Humaniora di Universitas Darussalam Ponorogo.

Sarjana S1nya Beliau tempuh di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah tahun 1980. Kemudian S2 diselesaikan di bidang Bahasa Arab di Punjab University, India. Serta S3 Beliau tempuh dengan jurusan yang sama di universitas yang sama di Punjab, India.

Sebelumnya Beliau beberapa tahun menjadi wakil pengasuh Gontor di Gontor Putri di Mantingan.

Semoga Allah menjaga Beliau. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan