Berita AlumniHanya di Gontor

“Warna Gontor” Saat Kunjungan Raja Salman Tahun 2017

Kiprah Pondok Modern Darussalam Gontor memang tak diragukan lagi bagi bangsa ini, diumurnya yang lebih tua dari pada umur kemerdekaan Indonesia ini sudah banyak melahirkan alumninya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara bahkan dunia.

Spirit pengabdian untuk negeri—yang  ditanamkan kepada alumninya membuat nama Gontor semakin harum di mata bangsa bahkan kancah dunia. Karena Gontor sendiri bukan saja mendidik, tapi lebih dari itu. Tak ayal, dimana kita berpijak disitu ada Gontor, ada alumninya, ada pondok cabangnya, ada pondok alumniya, ada usaha alumninya, juga di jajaran pemerintahan.

Secara misi Gontor mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek. Gontor juga membumi di Indonesia dan mengambil peran nyata dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia, lewat kiprah para alumninya. Karena Gontor mengokohkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada kaderisasi pemimpin umat, perjuangan di masyarakat serta menjadi perekat umat.

Dalam kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia yang sangat spektakuler ini, nampak warna Gontor menghiasi kunjungan penjaga dua Masjidil Haram. Bukan hanya para alumninya saja, bahkan kiainya pun menjadi sorotan.

Sedari awal kedatangan Raja Arab Saudi tersebut, sudah nampak para alumni Gontor menyambut dan mendampinginya. Saat turun dari tangga pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Presiden Jokowi menyambutnya dengan hangat.

Wow ! Ternyata Ada Peran Alumni Gontor Dibalik Kunjungan  Raja Salman Ke Indonesia

Tak cukup itu, sesampainya di Istana ada penerjemah presiden lainnya yang merupakan alumni Gontor. Adalah Syahrul Murojab, alumni Gontor 1999 yang usai menamatkan studinya di Tripoli, Lybia ia meniti karier sebagai diplomat di Kemenlu. Murojab merupakan salah seorang putra asli Batang.

Di istana negara saat pertemuan bilateral, di tengah antara Raja Salman dan Presiden Jokowi terdapat diplomat Unsil Labib, alumni Gontor 1980 dari unsur KBRI Riyadh. Ia bertugas menjadi penerjemah pertemuan bilateral tersebut.

Wow ! Ternyata Ada Peran Alumni Gontor Dibalik Kunjungan  Raja Salman Ke Indonesia

Tak luput pula dari sorotan publik, alumni senior Gontor tahun 1976, Dr. AM Fachir, Wakil Menteri Luar Negeri RI, salah seorang kabinet yang ikut dalam pertemuan rombongan kedua negara di Istana. Sebelum menjadi Menlu, Fakhir pernah dua kali menjadi Duta Besar RI di Kairo dan Riyadh.

Hari itu, warna Gontor semakin kentara dengan hadirnya Kyai dan alumni Gontor yang hadir sebagai undangan Presiden Jokowi pada acara silaturahim tokoh Islam Indonesia dengan Raja Salman yang digelar di Istana Negara.

KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor menjadi nama pertama dalam daftar undangan acara tersebut. Ada pula sederet nama lain yang diundang yang merupakan alumni Gontor seperti: KH. Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres (alumni 1960an), Prof. Dr. Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat (alumni 1974), Dr. Hidayat Nur Wahid sebagai Wakil Ketua MPR RI (alumni 1976), dan Prof. Dr. KH. Ahmad Syatori Ismail sebagai Ketua Ikatan Dai Indonesia (alumni 1976).

Ada pula dari kalangan pesantren alumni Gontor yaitu KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani sebagai Pimpinan Ponpes Al-Amin, Sumenep (alumni 1995). Ayahnya, KH. Tidjani Jauhari yang juga alumni Gontor (1960an), pada dekade 1980an lama berkiprah di Rabithah Alam Islami yang berkantor pusat di Makkah dan Dr. KH. Sofwan Manaf sebagai Pengasuh Ponpes Darunnajah Jakarta (alumni 1987).

Wow ! Ternyata Ada Peran Alumni Gontor Dibalik Kunjungan  Raja Salman Ke Indonesia

Saat Raja Salman mengunjungi Masjid Istiqlal, di sana _Khadimul Haramain_ yang sangat kharismatik itu disambut hangat oleh Dr. KH. M. Muzammil Basyuni sebagai Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal. Muzammil yang alumnus Gontor 1967 dan pernah menjadi Duta Besar RI di Damaskus itu dengan fasihnya menjelaskan sejarah dan perkembangan Masjid Istiqlal di depan Raja Salman dalam kunjungannya ke masjid kebanggaan Indonesia tersebut.

Wow ! Ternyata Ada Peran Alumni Gontor Dibalik Kunjungan  Raja Salman Ke Indonesia

Kiprah santri alumni Gontor di pentas nasional maupun internasional tidak diragukan lagi. Din Syamsuddin, misalnya, kini dipercaya menjadi Presiden World Peace Forum, yaitu sebuah forum perdamaian dunia yang beranggotakan tokoh-tokoh dunia dan para mantan kepala negara. Juga Kiai Hasyim Muzadi yang kini menjadi Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars), sebuah perhimpunan intelektual muslim dunia. Sedangkan Hidayat Nur Wahid pernah memimpin organisasi dewan perwakilan rakyat dunia Islam.

Tidak diragukan lagi sistem pendidikan pesantren mampu melahirkan tokoh dan pemimpin-pemimpin umat yang berkiprah baik di kancah nasional maupun internasional. Sehingga tepat jika dikatakan bahwa pesantren adalah aset bangsa yang sangat penting dalam kerangka investasi sumber daya manusia Indonesia masa depan yang unggul dan berdaya saing tinggi.Gontor dengan sistem KMI-nya, dan juga puluhan ribu pesantren lainnya telah membuktikan dirinya. 
Sumber : FB Anang Rikza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan