Kabar PondokKisah Alumni

BRIGJEN HASAN BASRY, Alumni Gontor Yang Melawan Sukarno dan PKI

Kedekatan hubungan PKI dan ormasnya dengan pemerintahan Sukarno menyebabkan Hassan Basry gerah. Puncaknya dikeluarkan surat pembekuan kegiatan PKI beserta ormasnya pada tanggal 22 Agustus 1960 di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Keluarnya surat ini sempat ditegur keras oleh Presiden Sukarno, namun Hassan Basry sebagai kepala Penguasa Perang Daerah Kalimantan Selatan tidak mentaati teguran presiden. Pembekuan PKI dan ormasnya kemudian diikuti oleh daerah Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan, peristiwa ini dikenal dengan sebutan TIGA SELATAN (Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan).

Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 110/TK/2001 tanggal 3 November 2001.

Siapakah Brigjen Hasan Basry ?

Hasan Basry (lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, 17 Juni 1923. Setelah menyelesaikan pendidikan di Hollands Inlandsche School (HIS), ia mengikuti pendidikan di Tsanawiyah Al-Wathaniah di Kandangan, kemudian di Pondok Modern Gontor Ponorogo.
Selesai menjalani pendidikan di Gontor, Hasan Basry menjadi guru agama di sebuah SMP Islam di Malang.

Tahun 1958 Trimurti pendiri Pondok Modern Gontor mewakafkan Pondok Modern Gontor kepada umat Islam. Pada saat itu juga dibentuk Badan Wakaf Pondok Modern Gontor dengan ketua KH Idham Chalid, dan Hasan Basry adalah salah satu anggotanya.

  1. Pada 30 Oktober 1945, Hasan Basry berhasil menyusup pulang ke Kalimantan Selatan melalui Surabaya untuk mengabarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia melalui poster dan pamflet. Pamflet dikirim ke Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin.
  2. Di Haruyan pada tanggal 5 Mei 1946 mendirikan dan memimpin Lasykar Syaifullah, organisasi keprajuritan untuk melawan tentara kolonial Belanda.
  3. Tanggal 24 September 1946 banyak tokoh Lasykar Syaifullah yang ditangkap dan dipenjarakan Belanda. Hassan Basry mereorganisir anggota yang tersisa dengan membentuk, Benteng Indonesia.
  4. Tanggal 15 Nopember 1946 mendirikan batalyon ALRI Divisi IV di Kalimantan Selatan, dengan mengerahkan pasukan Benteng Indonesia.
  5. Sesuai dengan Perjanjian Linggarjati (25 Maret 1947), Belanda hanya mengakui kekuasaan de facto RI atas Jawa, Madura dan Sumatra. Kalimantan merupakan wilayah yang ada di bawah kekuasaan Belanda.

Hasan Basry tidak terpengaruh oleh perjanjian tersebut. Ia dan pasukannya tetap melanjutkan perjuangan melawan Belanda.

Ia juga menolak untuk memindahkan pasukannya ke Jawa (hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948).

  1. Hassan Basry memproklamasikan kedudukan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia yang dikenal dengan Proklamasi 17 Mei 1949 (Proklamasi Kalimantan).
  2. Selesai perang kemerdekaan, dia melanjutkan pendidikan agamanya ke Universitas Al Azhar tahun 1951 – 1953. Selanjutnya diteruskan di American University Cairo tahun 1953 – 1955.
  3. Sekembalinya ke tanah air, pada tahun 1956, Hassan Basry di lantik sebagai Komandan Resimen Infanteri 21/Komandan Territorial VI Kalsel.
  4. Hassan Basry, bersama tokoh masyarakat Kalsel pada tahun 1958 membentuk Panitia Persiapan Pendirian Universitas Lambung Mangkurat.
  5. Pada 21 September 1958, berdiri Universitas Lambung Mangkurat dengan Presiden Universitas: Letkol H. Hasan Basry.
  6. Tahun 1959, ditunjuk sebagai Panglima Daerah Militer X Lambung Mangkurat.
  7. Tanggal 17 Mei 1961, bertepatan peringatan Proklamasi Kalimantan, sebanyak 11 organisasi politik dan militer menetapkan Hassan Basry sebagai Bapak Gerilya Kalimantan.
  8. Pada 1960 – 1966, Hassan Basry menjadi anggota MPRS.
  9. Pada tahun 1970, dia diangkat sebagai Ketua Umum Harian Angkatan 45 Kalsel sekaligus sebagai Dewan Paripurna Angkatan 45 Pusat dan Dewan Paripurna Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia.
  10. Pada 1978 – 1982, Hassan Basry menjadi anggota DPR RI. []

Sumber : akun Facebook Nif’an Nazudi alumni Gontor 1992.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan