Beasiswa dan Pendidikan di Luar NegeriBerita Alumni

Mau Kuliah di Turki? Ini Tips dari Ustadz Syifa

Sebenarnya, jika santri alumni lebih memilih kuliah di luar negeri, bukan berarti universitas di dalam negeri tidak ada yang bagus. Bukan itu, tapi lebih ingin mencari pengalaman lebih, wawasan lebih, memperluas jaringan dan juga challange yang menantang.

Walau tidak bisa dipungkiri ada beberapa kultur pembelajaran di beberapa negara tujuan studi di luar negeri memang ada yang lebih baik seperti budaya literasi, sumber literasi, budaya diskusi, daya kritis, riset dan penelitian yang lebih intens dan beberapa yang lain.

Dan, selain semua hal di atas, yang banyak belum diketahui oleh para walsan, kuliah di luar negeri itu tidak sedikit ternyata tidak lebih murah dibanding kuliah di Indonesia, termasuk kampusnya Ustadz Syifa, Inspiring Generation) di Turki yang bayaran pertahunnya hanya 5 juta-an. Pertahun lho, bukan persemester. Hampir sama dengan biaya daftar ulang di Gontor.

Bagaimana lengkapnya? Mari kita dengar cerita dari Ustadz Syifa.

Diharapkan orangtua Masuk Kedokteran

Ustadz Syifa yang pernah menjadi Koodinator Pramuka, tepatnya di ANKUSET (Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan), lulus dengan Jayyid Jiddan pada tahun 2018. Lulus Gontor berikut pengabdian satu tahun setelahnya di tahun 2019, Ayah Bunda dari Ustadz Syifa berharap putranya melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran. Namun ternyata, masuk kedokteran bukan minat dari Ustadz Syifa. Ia merasa itu bukan passionnya.

Namun, karena khawatir mengecewakan orangtua, Ustadz Syifa mengajukan proposal ke orangtuanya, bahwa ia akan mencoba dulu ikut test univesitas atau bidang studi yang ia minati, jika langsung gagal maka ia akan daftar ke fakultas kedokteran dimanapun itu.

Dan ternyata, orangtuanya setuju.

Bertemu Ustadz Haqiqul

Ustadz Syifa kemudian bertemu dengan Ustadz Haqiqul Restyanto, yang pernah menjadi ketua rayonnya saat di pondok. Dulu ia mengetahui bahwa Ustadz Haqiqul ingin melanjutkan studi ke Jerman, namun ternyata beliau melanjutkan studi ke Turki.

Mendengar cerita Ustadz Haqiqul, Ustadz Syifa jadi berminat ke Turki yang kebetulan saat itu masih dibuka pendaftaran.

Kemudian, oleh Ustadz Haqiqul, Ustadz Syifa dimasukan ke grup whatsapp Bimbingan IKPM Turki. Kemudian dari sanalah Ustadz Syifa mendapat segala informasi tentang apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk syarat pendaftaran, berikut tips-tips, nasehat dan petunjuk sebelum mendaftar ke universitas di Turki.

Mendaftar di 3 Universitas

Setelah mendapat petunjuk dari IKPM Turki, Ustadz Syifa segera mengurus persyaratan seperti passport, terjemahan berkas-berkas dan lain-lain.

Kemudia ia mendaftar di 3 universitas: Uludağ Üniversitesi, Sakarya Üniversitesi dan Erciyes Üniversitesi.

Dan, alhamdulillah, ia diterima di Erciyes Üniversitesi dan pada tanggal 26 Agustus 2019 ia berangkat ke Turki.

Di Turki Ustadz Syifa disambut oleh IKPM Turki yang diwakili oleh Ustadz Haqiqul.

3 Cara Kuliah Di Turki

Ustadz Syifa kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya ada 3 cara untuk bisa kuliah di Turki. Pertama melalui jalur beasiswa. Jalur ini ada dua macam yaitu YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı) atau juga sering disebut Turkiye Burslari Scholarship adalah beasiswa yang berasal dari pemerintah Turki. Setiap tahunnya, pemerintah Turki mendanai program beasiswa baik jenjang S1, S2, maupun S3 di berbagai universitas di Turki. Beasiswa ini diberikan kepada pelajar internasional dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selanjutnya adalah beasiswa TDV (Türkiye Diyanet Foundation) yaitu beasiswa yang dikeluarkan oleh kementerian Agama Pemerintah Turki. Beasiswa ini memiliki batasan jurusan, yaitu hanya untuk jurusan Islamic Theology atau ilahiyah. Oleh karena itu, penerima beasiswa ini hanya diperbolehkan untuk kuliah di jurusan Islamic Theology di universitas-universitas yang telah ditentukan oleh pihak beasiswa TDV.

Cara kedua, jalur ujian atau YÖS (semacam SBMPTN) yaitu ujian masuk yang dirancang untuk mahasiswa asing yang ingin belajar di pendidikan tinggi lembaga di Turki. Sistemnya berbeda dengan SBMPTN di Indonesia yang bisa menentukan dari awal universitas yang dituju, kalau di YÖS, peserta di suruh ujian dulu dan hasilnya (jika lulus) bisa digunakan untuk mendaftar di universitas tertentu sesuai penilaian.

Cara ketiga, yaitu menggunakan jalur pemberkasan. Dalam jalur ini yang diseleksi adalah berkasnya yaitu nilai atau prestasi yang didapat dari sekolahnya. Namun ini tergantung juga dari pihak kampusnya, jika mereka melihat seseorang berpotensi maka bisa langsung masuk hanya dari berkas yang disampaikan.

2 Cara Pengurusan

Dan untuk pengurusan dan informasi semua persyaratan dan pemberkasan dapat dilakukan juga dengan dua cara, khususnya untuk santri Gontor.

Pertama, memakai jasa keagenan. Di Indonesia ada beberapa agen pendidikan yang menyediakan jasa untuk pengurusan semua pemberkasan. Dan ini berbayar. Dari informasi yang didapat walsantornews.com biaya bervariasi mulai belasan juta (sekira 17 jutaan) hingga 30 juta-an. Alumni difasilitasi semuanya termasuk ada yang dilengkapi dengan pemantapan bahasa dan lain-lain.

Kedua, dengan bimbingan IKPM. Dalam jalur ini, alumni akan mendapat bimbingan sepenuhnya oleh IKPM Turki. Namun untuk pemberkasan semua diurus sendiri oleh alumni yang bersangkutan. Tetapi tetap dalam petunjuk IKPM seperti kapan harus daftar, menyediakan link-link yang dibutuhkan, tips-tips, informasi universitas yang tersedia, menemani daftar ulang di universitas, mencari tempat tinggal, informasi akomodasi dan banyak informasi lainnya yang dibutuhkan

Dan kelebihan cara yang kedua, IKPM membantu adik-adiknya dengan ikhlas, alias gratis. Bahkan sangat sering mereka menggunakan uang sendiri dalam mengurus beberapa keperluan adik-adiknya. Dan ini sudah menjadi tradisi semua IKPM seluruh dunia. Salut dan bangga dengan IKPM!

Dan Ustadz Syifa termasuk yang masuk dengan jalur bimbingan IKPM Turki. Di tahun berikutnya ia pun dengan sukarela membimbing adik-adiknya yang akan studi di Turki. Masya Allah, proud of you.

Dan satu lagi, jalur manapun yang diambil semuanya tetap akan masuk dalam keanggotaan IKPM sebagai bagian keluarga besar Gontor di Turki. Attribute to IKPM!

Selanjutnya: Biaya kuliah dan biaya hidup di Turki

1 2Next page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan