Beasiswa dan Pendidikan di Luar Negeri

Hindari Ini dalam Seleksi Administrasi Beasiswa YTB Turki

Beasiswa YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı) atau juga sering disebut Turkiye Burslari Scholarship adalah beasiswa yang berasal dari pemerintah Turki. Setiap tahunnya, pemerintah Turki mendanai program beasiswa baik jenjang S1, S2, maupun S3 di berbagai universitas di Turki. Beasiswa ini diberikan kepada pelajar internasional dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Beasiswa ini adalah beasiswa penuh yang meliputi biaya kuliah, biaya hidup sehari-hari, dan juga biaya kursus Bahasa Turki. Beasiswa YTB memiliki dua tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi yang dilakukan secara online dan seleksi wawancara.

Berikut adalah hal-hal yang harus dihindari dalam pengajuan beasiswa YTB.

CV yang Bertele-Tele

CV atau riwayat hidup adalah salah satu dokumen penting dalam pendaftaran beasiswa YTB. Melalui CV, reviewer akan menilai kemampuan, pengalaman kerja, serta kegiatan-kegiatan seperti apa yang pernah kamu ikuti.

Karena itu, CV harus dibuat secara singkat tetapi tetap mendetail. Jika dibuat secara bertele-tele dengan tujuan memberikan gambaran yang jelas dan lengkap, CV mu akan menjadi tidak menarik dan justru kesempatanmu untuk lolos semakin berkurang.

Kamu tidak perlu memasukkan semua prestasi dan pengalamanmu ke dalam CV, dari prestasi di bidang A hingga ke bidang Z. Kamu hanya perlu memasukkan data diri yang singkat, latar belakang pendidikan, dan kegiatan-kegiatan organisasi, kerelawanan, atau pengalaman kerja yang berkaitan dengan jurusan yang kamu daftari.

Kamu tidak perlu mencantumkan daftar hobimu ataupun daftar buku atau film yang pernah kamu baca atau tonton. Karena hal-hal seperti itu hanya akan membuat CV mu terlihat kurang akademis.

Mengosongkan Beberapa Pertanyaan

Seleksi administrasi yang dilakukan secara online di website resmi beasiswa YTB terdiri dari beberapa pertanyaan seperti data diri, data keluarga, universitas tujuan, dan pertanyaan-pertanyaan seputar pengalaman dan latar belakang pendidikan.

Beberapa dari pertanyaan tersebut mungkin terkesan tidak penting dan biasa saja, seperti pertanyaan tentang hobi yang menurut beberapa orang tidak ada sangkut-pautnya dengan beasiswa. Meskipun demikian, kamu harus tetap mengisi jawaban di form pendaftaran online. Jangan biarkan satu pertanyaan pun terlewat. Setiap pertanyaan yang ada di form pendaftaran adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa menentukan layak atau tidaknya kamu mendapatkan beasiswa ini.

Oleh karena itu, pastikan kamu menjawab semua pertanyaan sesuai instruksi yang diberikan.

Surat Rekomendasi Hanya dari Kampus atau Sekolah

Surat rekomendasi adalah persyaratan yang selalu ada di setiap pendaftaran beasiswa, termasuk beasiswa yang berasal dari pemerintah Turki ini. Untuk beasiswa YTB, dibutuhkan 3 surat rekomendasi baik dari dosen ataupun dari atasan.

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa surat rekomendasi harus kamu dapatkan dari kampus atau sekolah, tempat kerja, dan organisasi. Tapi, jika ketiga surat rekomendasimu hanya berasal dari kampus atau sekolah, contohnya surat rekomendasi pertama dari dosen pembimbing atau wali kelas, surat rekomendasi kedua dari rektor atau kepala sekolah, dan surat rekomendasi ketiga dari ketua jurusan atau guru mata pelajaran.

Pihak beasiswa YTB bisa memastikan bahwa ruang lingkupmu hanya di wilayah sekolah atau kampus. Jadi, kamu seharusnya menyeimbangkan antara sekolah atau kampus dan kegiatanmu di luar. Dari situlah, pihak pemberi beasiswa akan mengetahui bahwa kamu tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif di berbagai kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler, organisasi, dan juga aktif di dunia kerja. Sebagai contoh, kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi pertamamu dari sekolah atau kampus, yang kedua dari atasan jika kamu bekerja, dan yang terakhir bisa dari ketua organisasimu.

Menuliskan Daftar Universitas Tujuan Secara Sembarangan

Salah satu bagian penting dalam form pendaftaran online adalah mengisi daftar universitas tujuan. Untuk beasiswa YTB, kamu bisa memilih sampai 12 universitas berbeda. Hal yang harus kamu hindari adalah asal menulis daftarnya. Jangan yah, kamu harus menulis daftar universitas berdasarkan universitas prioritasmu. Contohnya, kamu memprioritaskan untuk kuliah di Istanbul Technical University, jadi tuliskan Istanbul Technical University di daftar pertama dan universitas prioritas keduamu di daftar selanjutnya.

Terlambat Menerjemahkan Dokumen-Dokumen Pendaftaran

Proses penerjemahan dokumen-dokumen pendaftaran membutuhkan waktu pengerjaan beberapa hari. Jadi, jangan sampai kamu terlambat untuk proses yang satu ini.

Penerjemahan dokumen-dokumen seperti ijazah dan transkrip nilai sudah seharusnya kamu selesaikan sejak jauh-jauh hari sebelum pendaftaran terbuka. Jangan sampai kamu gagal mendaftar hanya karena kesalahan seperti ini. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa mulai menerjemahkan ijazah dan transkrip nilaimu dari sekarang.

Penerjemahan dokumen-dokumen pendaftaran tidak memiliki tanggal kadaluarsa atau expired seperti sertifikat TOEFL atau IELTS yang masa berlakunya hanya 2 tahun.

Letter of Intent Ditulis Terburu-Buru

Sama halnya dengan poin kelima yaitu Terlambat Menerjemahkan Dokumen-Dokumen Pendaftaran, membuat Letter of Intent juga membutuhkan waktu. Proses penulisan Letter of Intent bahkan lebih lama dibandingkan proses penerjemahan ijazah.

Jadi, Letter of Intent juga harus kamu persiapkan sejak awal. Pada tahap penulisan Letter of Intent, kamu membutuhkan waktu untuk meriset hal-hal tentang Turki, universitas-universitas yang ada disana beserta jurusannya, dan hal-hal penting yang berkaitan dengan proposal penelitianmu.(sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan