Berita AlumniInfo Beasiswa dan Pendidikan

Para Guardians Sudah Tiba di Turki

Kondisi wabah Covid 19 di Indonesia yang makin mengkhawatirkan membuat banyak negara untuk sementara menutup akses kedatangan dari Indonesia. Namun tidak demikian bagi negara Turki. Beberapa Guardians Generation telah mendarat di sana dalam rangka menuntut ilmu.

Kemuliaan dan kualitas alumni Gontor tidak ditentukan di mana mereka menuntut ilmu atau mengabdi selepas mendapat “kunci” dari Gontor tapi lebih pada kemampuan mereka mengamalkan ilmu yang didapat dari Pondok yang terangkum dalam Motto, Panca JIwa, Panca Jangka, Orientasi Pendidikan dan juga profil alumni Gontor.

Bahkan Kiai Imam Zarkasyi melabeli dengan “orang besar” saat ada alumni mampu dan mau mengamalkan ilmu hingga ke masjid atau surau di pelosok kampung.

“Jadilah kalian orang besar, orang besar bukanlah orang yang memiliki pangkat yang tinggi, harta yang melimpah, atau ilmu yang luas dikenal orang di mana-mana, akan tetapi orang yang ikhlash mengajar ngaji walau di surau kecil di daerah terpencil.”

Kiai Imam Zarkasyi

Label orang besar yang dicirikan oleh salah satu Trimurti pendiri Gontor ini lebih kepada niat dan keikhlasan alumni dalam memberi kontribusi nyata dalam da’wah dan banyak kebaikan. Sehingga dimanapun dia mengabdi apakah dia pejabat atau karyawan biasa, apakah dia rektor perguruan tinggi atau guru PAUD, apakah dia mahasiswa di luar negeri atau di dalam negeri atau apakah dia guru ngaji di masjid besar di kota atau bahkan surau kecil di daerah terpencil, selama ia menjaga niat dan keikhlasan maka merekalah orang-orang besar itu. Insyaa Allah

Dan demikian juga yang saat ini, insya Allah, diamalkan beberapa alumni yang banyak berkecimpung dan beraktifitas di banyak tempat, termasuk banyak alumni yang menuntut ilmu di negeri orang, diantaranya 9 orang alumni Guardian Generation yang sekarang sudah tiba di Turki.

“Ujian Lebih Besar” Kuliah di Luar Negeri Bagi Guardian Gen.

Alumni Gontor banyak yang melanjutkan kuliah di luar negeri dengan negara-negara tujuan seperti Mesir, Arab Saudi, Sudah, Maroko, Turki bahkan Amerika dan Eropa. Namun terkhusus untuk generasi Guardian mereka menghadapi ujian yang lebih besar untuk usaha itu.

Generasi Guardian baru mendapat ijazah setelah pengabdian wajib mereka satu tahun di masa Indonesia terserang Pandemi Covid 19 sehingga banyak hambatan terjadi seperti situasi ekonomi yang berada pada titik rendah di Indonesia sehingga banyak walsantor ikut terdampak kondisi keuangannya.

Kemudian wabah yang menuntut perhatian besar dari pemerintah membuat banyak beasiswa bagi calon mahasiswa baru menjadi tertunda realisasinya seperti Beasiswa LPDP atau bahkan ditundanya beasiswa dari departemen Agama untuk kuliah di Timur Tengah.

Dan terakhir yang baru-baru ini ramai diberitakan media sosial yaitu tentang beberapa negara yang menutup sementara kedatangan dari Indonesia karena dikhawatirkan berpotensi membawa virus.

Guardians yang Berhasil Ke Luar Negeri

Sebenarnya ada banyak alumni Guardian yang mendapat beasiswa ke luar negeri seperti Al Azhar di Mesir dan lain-lain namun saat ini tertunda keberangkatannya karena pandemi.

Namun ternyata, dari penelusuran akun instagram ada minimal sembilan alumni Guardian yang “lolos” ke Turki untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka terdiri dari 5 santriwati Gontor Putri dan 4 santri Gontor Putra.

Jumlah ini diperkirakan akan lebih banyak karena ternyata ada juga yang sudah berangkat duluan dengan akomodasi perorangan atau jalur berbeda.

9 santri dan santriwati Gontor ini melanjutkan pendidikannya bukan dari jalur beasiswa melainkan atas biaya sendiri. Bagaimana mereka bisa mendaftar untuk bisa kuliah di Turki? Nantikan liputan berikutnya di walsantornews.com dalam artikel berikutnya.

Semoga bermanfaat.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan