Beasiswa dan Pendidikan di Luar NegeriBerita Alumni

Mengenal PMDC (Pondok Modern Darussalam Changlun), Pondok Alumni Gontor di Malaysia

Ada Pondok alumni Gontor yang menjalankan KMI murni di Malaysia? Ada!

Sudah sejak lama Gontor memiliki alumni-alumni yang berasal dari negeri Jiran Malaysia, beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi Doktor dan guru-guru besar di beberapa universitas di Malaysia. Tentu sebagaimana halnya di Indonesia, tidak sedikit dari mereka kemudian aktif dalam bidang pengajaran pendidikan berbasis pesantren berbekal ilmu KMI dari Gontor. Bahkan mendirikan pesantren dengan sematan “pesantren Alumni Gontor” di papan namanya.

Dalam perbincangan dengan Ibu 蘇查妮 (how to read it, Puan?🤭😅 ) salah seorang walsantor dari Malaysia, walsantornews.com mendapati informasi setidaknya ada dua pesantren yang mengusung KMI dalam silabus pendidikannya yang Beliau ketahui yaitu Pesantren Modern Darusalam Pulau Pinang (PMDPP) dan Pondok Modern Darusalam Changlun (PMDC).

Pesantren yang disebut terakhir ternyata memiliki seorang ustadz asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan lanjutan Master di Malaysia dan sekaligus menjadi salah satu staf pengajar di PMDC, Ustadz Hadi Amroni.

Dan dari Beliaulah walsantornews.com mendapat banyak informasi tentang Pondok Modern Darusalam Changlun. Berikut kami sarikan untuk seluruh penikmat walsantornews.com.

Related Articles

Berlokasi di Kedah, Berbatasan dengan Thailand

Pesantren ini berdiri di Kota Changlun, di Negeri Kedah, wilayah utara Malaysia yang berbatasan langsung dengan Negara Thailand.

Changlun adalah sebuah kota kecil yang terletak kira-kira 42 kilometer di utara Alor Star, Malaysia. Changlun berasal dari bahasa Thai yang berarti Gajah (chang) Jatuh (lun).

Jika dari Kuala Lumpur, kota ini berjarak sekira 515 km atau sekira 5-6 jam perjalanan darat. Adanya Jalan Tol Utara-Selatan (Projek Lebuhraya Utara-Selatan atau PLUS) yang melalui Changlun menjadikannya sebuah tempat belanja kecil yang cukup pesat pembangunannya. Selain itu, Jalan Tol Kuala Perlis-Changlun-Sintok yang telah lebih 90% siap dibangun, turut mempercepat proses pembangunan.

Changlun mempunyai letak yang cukup strategis karena menjadi jalur utama ke perbatasan Malaysia-Thailand di Utara, Kampus Universiti Utara Malaysia (UUM) Sintok, di Timur, Jitra dan Alor Setar di Selatan dan jalan ke Negeri Perlis Indera Kayangan di sebelah Barat.

Sedang kampus Pondok Modern Darusalam Changlun berada di bagian barat kota Changlung, tepatnya di Jalan Sungai Kecil, Kg Changkat Setul, Changlun 06010 Changlun, Kedah, Malaysia.

Pondok Wakaf yang Bermula Dari Kursus Bahasa Arab

PMDC didirikan alumni Gontor bersama dengan beberapa orang Malaysia non Gontor pada tahun 2016. Orang-orang Malaysia mendirikan pesantren ini bermula dari ketertarikan metode pengajaran Gontor sejak pertama kenal dalam sebuah program Mukhoyyam, semacam kursus Bahasa Arab singkat yang mengundang alumni Gontor yang sedang belajar Master dan Ph.D (Doktoral) di The International Islamic University Malaysia, di Gombak Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia.

Metode Gontor yang disampaikan dalam Mukhoyyam itu menimbulkan keantusiasan dan memberi kesan sangat baik bagi masyarakat Malaysia di sana sehingga menimbulkan keinginan beberapa aghniya di sana untuk mewakafkan tanah agar didirikan pondok yang memakai metode KMI Gontor.

Kemudian badan wakaf ini mengirim sebuah tim ke Gontor untuk meminta beberapa alumni yang diawali oleh Ustadz Samsul Efendi untuk merintis sebuah pesantren berstandar KMI Gontor di Kedah Malaysia.

Program Awal

Ustadz Samsul Efendi kemudian menjadi Mudir (pimpinan) pertama PMDC selama 3 tahun pertama, dibantu oleh Ustadz Ruhul Jihad. Ustadz Hadi Amroni, dan Ustadz Fahmi.

Keempat orang alumni inilah yang pertama-tama menjalankan pesantren ini dibantu dengan rekan-rekan Malaysia lainnya.

Keempat ustadz alumni tadi beserta rekanya dari Malaysia ditugaskan membuat program pertama yaitu membuat kelas persiapan atau semacam bimbel untuk mengantar santri Malaysia agar dapat melanjutkan ke Gontor.

Pada tahun 2019, mulai dibuat pendidikan KMI penuh. Namun karena aturan dari Pemerintah Malaysia, maka KMI murni hanya dapat diterapkan pada jenjang kelas 1 hingga kelas 3, sedang mulai kelas 4 hingga kelas 6 KMI di mix dengan muatan kurikulum Malaysia khususnya pemantapan pelajaran sains dan bahasa Inggris dan lainnya.

𝐏𝐨𝐧𝐝𝐨𝐤 𝐌𝐨𝐝𝐞𝐧 𝐃𝐚𝐫𝐮𝐬𝐬𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐠𝐥𝐮𝐧 (𝐏𝐌𝐃𝐂) . Merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang mengutamakan pengajaran Dirosah…

Dikirim oleh Pondok Modern Darussalam Changlun – PMDC pada Kamis, 16 Juli 2020

PMDC Merupakan Pioner Pengajaran Murni KMI di Malaysia

Menurut Ustadz Hadi, sepanjang yang dia ketahui, sebenarnya ketertarikan beberapa orang santri Malaysia belajar ke Gontor sudah terjadi cukup lama. Bahkan di antara mereka yang lulus kini sudah bergelar master atau doktor yang mengajar di banyak universitas di Malaysia.

Beberapa orang mendirikan atau menjadi pimpinan sekolah-sekolah agama, membuka lembaga kursus, bimbingan belajar, pengurus-pengurus masjid, namun belum ada yang mendirikan lembaga yang mengusung kurikulum KMI.

Dan lembaga pendidikan yang menerapkan KMI secara murni dari kelas 1-6 (walaupan kelas 4-6 dicampur dengan kurikulum lokal) baru terdapat pada PMDC ini.

Menghantar 63 orang santri ke Gontor di tahun pertama

PMDC menjalan 2 program utama yaitu sebagaimana pesantren cabang Gontot yang menjalankan Kurikulum KMI secara utuh dan kedua memberikan pembekalan bagi calon santri untuk masuk Gontor.

Saat setelah pembekalan, santri diberi kebebasan untuk terus melanjutkan sekolahnya di PMDC atau melanjutkan studi di Gontor Indonesia. Namun hingga saat ini yang terjadi adalah lebih banyak santri yang memilih untuk lanjut ke Gontor.

Pada tahun 2016, disaat masih menjadi semacam lembaga persiapan masuk Gontor dan belum ada kelas KMI, PMDC berhasil menjaring dan mengirim 63 santri ke Gontor. Kini ke 63 santri itu sudah lulus. Sebagian ada yang melanjutkan pendidikan ke Universitas, sebagian mengabdi di PMDC. Masya Allah.

Gontor Menjadi Destinasi Pendidikan karena kekhasan Pendidikan Karakternya

Pada tahun 60-70an bahkan mungkin hingga tahun 80an, Indonesia banyak mengirimkan tenaga-tenaga pengajar ke Malaysia karena saat itu memang Malaysia membutuhkannya ditambah Indonesia waktu itu tampak lebih maju dalam dunia pendidikan.

Santri PMDC sedang melakukan olahraga

Namun mulai akhir 80-an bahkan mungkin hingga sekarang, Malaysia tampak sudah mulai menyusul bahkan menjadi destinasi pendidikan tinggi atau universitas banyak mahasiswa Indonesia.

Namun dalam hal pendidikan agama atau pesantren, minat santri Malaysia masih besar hingga sekarang, terutama di pesantren-pesantren besar di pulau Jawa khususnya di Jawa Timur termasuk di dalamnya Gontor.

Saat ditanya, apa yang menjadi daya tarik Gontor, Ustadz Hadi mengatakan bisa jadi pertama: karena kekhasan pendidikan Gontor yang sangat baik dalam pembentukan karakter yang nampak dari kualitas alumni.

Yang kedua sistem pembelajaran Bahasa Arab, yang bisa jadi belum ada yang seperti Gontor bahkan di Indonesia sendiri, dengan sistem pemaksaannya, sistem disiplinya, dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi dalam banyak materi pelajaran, termasuk pembentukan kader-kad guru yang sangat baik.

Yang ketiga, kata Ustadz Hadi, yaitu nama Gontor itu sendiri, dengan alumninya, dengan kiprahnya, selalu menjadi daya tarik sendiri. Dan di Malaysia sendiri pejuang-pejuang pendidikan Islam lulusan Gontor sudah banyak yang memberikan andil.

Saat ini Menampung Santri Gontor Asal Malaysia Yang Tidak Bisa Ke Gontor karena Covid 19

Hingga saat ini, santri yang pulang ke Malaysia saat liburan panjang beberapa bulan lalu, belum dapat kembali ke Gontor karena kebijakan negara Malaysia yang belum membuka penerbangan ke Indonesia.

Untuk mengatasi kendala itu, PMDC untuk sementara menampung santri-santri tersebut dan tetap memberikan pelajaran sesuai standar KMI hingga pemerintah Malaysia memberikan izin perjalanan ke Indonesia. Saat ini ada sekira 109 santri putra dan 28 santri putri.

Penutup

Sebagai penutup, Ustadz Hadi menyampaikan bahwa PMDC adalah interpretasi dan representasi dari Gontor sendiri, dari segala sudutnya, baik kurikulum, disiplin, bahasa dan lain-lain atau dengan nama lain yaitu sintesa dari Gontor atau berkiblat kepada Gontor.

Walaupun dalam pelaksanaannya menghadapi keharusan untuk menyesuaikan dengan aturan pendidikan negara Malaysia. Namun KMI tidak dihilangkan melainkan hanya dimix dengan kurikulum Kerajaan Malaysia.

Dan berdirinya PMDC adalah salah satu ikhtiyar alumni Gontor dalam mewujudkan cita-cita Trimurti Pendiri Gontor yaitu berdirinya 1000 Gontor di seluruh dunia.

Nara sumber: Ustadz Hadi Amroni, asal Lampung, masuk Gontor tahun 2004, lulus 2008. Pengabdian di Gontor 1 selama kurang lebih 7 tahun sambil kuliah S1 di ISID (kini UNIDA). Kini sedang studi Master di Universitas Utara Malaysia, Kedah, Malaysia sambil menjadi staf pengajar di PMDC.

Terima kasih Ustadz Hadi atas berkenan waktunya, semoga Allah muliakan seluruh Assatidz PMDC dengan derajat lebih tinggi dalam pandangan Allah, semoga PMDC makin maju dan berkembang dan menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar Gontor dimanapun berada. Aamiin

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan