Profil Wali Santri Gontor

Bermula Dari Coba-coba, Usaha Walsan Ini Bisa Menjadi Jalan Nafkah Walsan Lain

Di Gontor bisa ditemukan anak seorang petani hingga anak seorang menteri atau pejabat setingkat dirjen. Bisa juga ditemukan anak seorang pedagang kecil di sudut pasar desa hingga seorang eksportir manca negara. Ada juga anak seorang guru TK Islam di pinggir kampung di Sumatera hingga anak seorang Rektor sebuah universitas di kota besar. Namun yang unik dari mereka yaitu tidak sedikit terjalin sinergitas, seperti kerja sama usaha, saling support dengan membeli produk atau barang dagangan walisantor lain, mengumpulkan donasi untuk bantuan sesama walsan dan lain-lain.

Berikut salah satu contoh walsan yang membuka kesempatan bagi walsan lain untuk bersinergi agar dapat memberikan penghasilan tambahan.

Bermula dari Coba-coba

Berawal dari iseng sekedar mengisi waktunya di rumah, sambil membantu rekannya memasarkan produk minuman tradisional wedang uwuh, Bunda Navis, walsan yang kini 2 putrinya telah lulus dari Gontor Putri 1, melihat peluang untuk lebih memasarkan produk ini lebih besar dengan menggunakan jaringan wali santri Gontor yang sangat luas.

Dan ternyata respon dari para penikmat minuman tradisional ini sangat bagus, sehingga Bunda Navis hampir tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Dari awalnya hanya mengisi waktu, kemudian Bunda Navis terjun secara serius untuk bisnis ini.

Bermodal Uang Belanja Sehari-hari

Melihat peluang ini, Bunda Navis berbekal uang belanja harian dan dibantu oleh suami dan anak-anak, meracik sendiri resep minuman yang lebih baik kemudian dikemas secara komersil.

Dengan kemampuan produksi yang kecil, Bunda Navis memulai dari hanya sekira 5 kg jahe dan 5 ikat Sereh dan rempah lain kemudian dikerjakan bersama-sama dengan suami dan anak-anaknya. Semua proses dilakukan mereka sendiri mulai dari meracik, mengemas dengan kemasan sederhana, kemudian dipasarkan.

Bunda Navis (kedua dari kiri) saat mengikuti workshop yang dibina oleh Bank Indonesia

Tidak cukup dengan itu, Bunda Navis kemudian mengikuti beberapa pelatihan dan workshop sehingga beliau mengantongi perizinan kelayakan produknya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (P-IRT) dan juga Sertifikasi Halal dari MUI (Label Halal) dan mematenkan nama produk dengan nama Tea Safii

Sertifikat Halal Teh Syafii

Hasil dari pelatihan dan workshop itu, kini Bunda Navis memperindah kemasan dengan kemasan yang lebih terlihat profesional.

Pernah Direndahkan dan Dihina

Kontestasi pemilihan presiden tahun 2019 kemarin berimbas dengan terkotak-kotaknya masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan menimpa juga pada beberapa wali santri.

Akibat perbedaan pilihan, beberapa produk Bunda Navis sempat dihina oleh orang yang berbeda secara pilihan politis, mulai dari sebutan kenc*** onta, teh murahan, dan sindiran-sindiran yang lain. Namun hal itu tidak membuat Bunda Navis jadi menyerah.

Dan alhamdulillah segera setalah kontestasi selesai, semua kemudian menyadari masing-masing kesalahan akibat terlalu berlebihan dan kini justru telah menjadi pelanggan setia dan silaturahim kembali hangat.

Walsan Lain Menjadi Reseller dan Agen

Hasil dari senantiasa silaturahim di media whatsapp dan facebook dan juga rajin menawarkan produknya, kini beberapa wali santri bergabung sebagai reseller produk Bunda Navis.

Alhamdulillah, yang dari semula pelanggan awalnya adalah wali santri sekarang sdh merambah ke banyak orang luar karena beberapa walisantri menjadi mitra atau agen dan reseller seluruh indonesia,” jelas Bunda Navis.

Hasil dari semakin luasnya daya jangkau pasar dan permintaan, usaha rumahan ini kini telah memiliki karyawan.

Paket The Safii siap dikirim

Sekarang sudah punya karyawan setiap hari produksi rutin di rumah 4 orang dan karyawan lepas sebnyak 7 orang…alhamdulillah semangat menebar manfaat,” kata Bunda Navis dengan semangat.

Hasil dari produk Teh Syafii ini sedikit banyak telah membantu Bunda Navis dalam memenuhi kebutuhan putra-putrinya termasuk 2 orang yang telah selesai di GP1 dan kini sedang kuliah.

Alhamdulillah dari penjualan wedang uwuh SYAFI bisa terbantu biaya anak kami 2 di GP 1 hingga lulus dan sampe saat ini kuliah dan bisa menopang kebutuhan keluarga…dan juga membantu bunda-bunda yang lain yang menjadi agen dan reseller untuk menambah kebutuhan anak di pondok” terang Bunda Navis

Bangga Menjadi Bagian dari Gontor

Tidak bisa dinafikan bahwa jaringan keluarga besar Gontor yang luas ikut membatu usaha Bunda Navis menapak lebih baik.

Alhamdulillah bangga menjadi bagian dari gontor dan berawal juga dari silaturahmi dengan walsan gontor…” ungkapnya dengan bahagia.

Bunda Navis masih terus membuka kesempatan bagi walsan lain yang berminat memiliki penghasilan tambahan, karena ternyata disaat pandemi ini kebutuhan akan minuman alami dan yang memberi manfaat kesehatan akan sangat dibutuhkan banyak orang.

Semoga kita bisa saling memberi manfaat,‘ kata Bunda Navis sambil menjelaskan motto Tea Safii “SEMANGAT MENEBAR MANFAAT BERSAMA TEH SYAFI WEDANG UWUH”

Jika ada walsan yang berminat, bisa dengan menghubungi Bunda Navis langsung di link ini.

Penutup

Komunitas hanya akan menjadi seperti kerumunan atau sekumpulan orang yang berada di jalan yang masing-masing dengan kesibukan dan tujuannya sendiri. Komunitas akan menjadi nilai tambah ketika masing-masing individu dan peran masing-masing saling bersinergi.

Sebaik-baik peran adalah memberi manfaat kepada orang lain, dan seburuk-buruk peran adalah memanfaatkan orang lain untuk keuntungan sendiri.

Karena menitipkan anak di Gontor itu “tidak mudah” maka ikatan yang terjadi antar walisantri dan keluarga besar Gontor juga sangat kuat. Sudah banyak kesadaran yang mengutamakan untuk saling membeli produk sesama walsan dan alumni, karena sejatinya membeli dari sesama walsantor sedikit banyak ikut memberi andil dalam perjalanan jihad ilmu santri yang menuntut ilmu di Gontor. Allahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan