Kolom Ustadz Oky

Ustadz Oky: Kamipun tahu, tidak ada yg tidak penting di Gontor…

By Oky Rachmatulloh

Sebuah pesan tertempel di dinding aula BPPM Gontor, pesan yg sangat biasa kami baca, dan baru ketika kami di luar kami sadari. Pesan sederhana dan syarat makna iadalah..,HANYA ORANG PENTING YANG MENGERTI ARTI KEPENTINGAN…

Artinya apapun amanah yg kami dapatkan di Gontor, maka semuanya adalah penting. Tidak ada posisi basah di Gontor, dan tidak posisi kering. Itu yg selalu dipesankan Kyai Hasan kepada kami. Semuanya penting, harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Tidak ada yg posisinya dibawah, semuanya berada dalam pemgawasan Allah, semua akan dimintai tanggung jawab dari setiap amanah yg di jalankan.

Di acara Idul Adha, ada bagian yang nampaknya remeh. Bagian pengasah pisau namanya. Ini masuk kepanitiaan dan disebutkan dalam struktur. Dalam acara panggung gembira, ada bagian yg jarang disebutkan, tidak terlihat dalam acara. Bagian persidangan namanya. Tugasnya mengatur persiapan panggung, mengatur barang-barang yg akan disiapkan di panggung. Dalam setiap acara pesantren, akan selali siap sedia bagian diesel,tugasnya berat, memastikan suply listrik tetap berlangsung sepanjang acara. Vital tapi hampir tidak oernah disebut. Di bagian OPPM (organisasi pelajar) ada bagian yg dianggap bagian “pelengkap”. Bagian bersih lingkungan namanya..

Tapo coba kita bayangkan kalau mereka yg kita anggap “tidak ada” itu betul-betul tidak ada. Bisa jadi penyembelihan hewan qurban tertunda atau bisa jadi tidak syah gara-gara pisau yg di gunakan tidak tajam. Lalu acara panggung gembira tidak berjalan dengan baik gara-gara adanya baranh-barang di panggung yg belum kita rapikan. Lalu di acara pesantren juga akan terganggu gara-gara suply listrik terganggu, atau barangkali tidak pernah kita bayangkan bagaimana kita tidak nyaman berada di Gontor karena kotornya lingkungan Gontor. Dan semua itu ada terjadi karena orang-orang yg mungkin kita anggap remeh itu tidak berikan kesempatan untuk bekerja. Untuk mengabdi dan berjuang…

Di Gontor, kami di ajari betul, bahwa penting atau tidak sebuah pekerjaan itu bukanlah sekedar pada bobot pekerjaan itu. Tapi keseriusan kita mengerjakan amanah itu, kseriusan kita menganggap itu penting, dan kemampuan kita menegakkan amanah itu dengan kesungguhan. Jadi sekecil dan seremah apapun amanah, kalau kita mengerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh, maka dia akan menjadi penting. Kita jadi tahu detail tentang hal kecil itu. Kita tahu betapa fatal kalau kita mengerjakan hal remeh itu sembarangan. Kita lalu serius dan bersungguh-sungguh mengerjakannya. Ikhlas, tidak lagi mengharap imbalan, tapi karena kesungguhan kita mengamalkannya sehingga tidak terjadi hal buruk karena ketelodran kita.

Dan akhirnya kitapun menyadari sepenuhnya, bahwa pengasah pisau tidak kalah penting dengan pencari hewan qurban, bahwa bagian persidangan tidak kalau prestisious dengan pemeran drama tragedi, bahwa bagian diesel tidak kalah seius dengan bagian keamanan, dan bagia bersih lingkungan juga tidak kalah lelah dengan bagian pengajaran…semua penting…semua harus amanah…karena kelak kita akan ditanya Allah bagaimana kita menunaikan amanah kita kepada apa yg sudah disediakan Allah..bukan remeh atau tidaknya pekerjaan itu…

Sekali lagi…Hanya orang penting yg tahu arti kepentingan…

Sumber: Posting Ustadz Oky di FB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan