Kabar Pondok

Kisah Boyongan Seluruh Santri Gontor 6 ke Gontor 2

Evakuasi seluruh santri dan sebagian assatidz akibat erupsi Gunung Merapi

Gontor 5 Darul Qiyam (dulu Gontor 6) pernah mengalami peristiwa pemindahan seluruh santri-santrinya dan sebagian ustadz ke Gontor 2. Kejadian itu terjadi pada tahun 2010. Bagaimana ceritanya?

Lokasi yang indah dan sejuk di kaki Gunung Merapi membuat Gontor 6 menjadi favorit walisantri untuk dimudif-i. Karena itu G6 sempat mendapat julukan surganya Gontor. Banyaknya tempat wisata di sekitar lokasi, pemandangan yang indah dengan dihiasi dua gunung legendaris: Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Namun dibalik keindahan itu, kondisi Gunung Merapi, yang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, kadang “menyapa” kota Magelang dan sekitarnya dengan beberapakali “terbatuk”. Dan pada tahun 2010, letusannya disertai dengan hujan debu yang menyebar dengan sangat luas bahkan hingga ke Kota Bandung di Jawa Barat.

Letusan Merapi 2010 adalah rangkaian peristiwa gunung berapi yang terjadi di Merapi di Indonesia. Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 353 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.

Kondisi ini membuat pihak Gontor membuat kebijakan untuk mengungsikan sementara seluruh santri-santrinya ke Gontor 2 agar efek letusan dan debu tidak membawa pengaruh buruk bagi kesehatan santri-santrinya.

Evakuasi Guru Dan Santri Pondok Modern Gontor VI Darul Qiyam Ke Kampus Gontor 2

Dikarenakan situasi yang kurang kondusif ketika erupsi gunung Merapi dan untuk menjaga stabilitas kegiatan pondok, pada tanggal 28 Dzulqo’dah 1431/5 November  2010, santri yang berjumlah 836 orang beserta guru KMI Pondok Modern Gontor VI Darul Qiyam yang berjumlah 82 orang dievakuasi ke kampus Pondok Modern Darussalam Gontor 2 di Madusari Siman Ponorogo.

Seluruh keluarga besar Gontor 6 diangkut dengan menggunakan 9 unit bis sewa ditambah 2 unit bis Gontor, 1 truck box, dan 3 unit elf serta L 300 dari Gontor pusat, Gontor Putri 1 dan 3.

Selama 1 bulan penuh kegiatan Pondok Modern Gontor 6 dialihkan ke Gontor 2, kegiatan belajar mengajar, pelajaran sore, lari pagi, latihan pidato, dan kegiatan keparamukaan. Inilah bukti nyata  dari slogan pondok “al-ma’hadu la yanamu abadan”.

Sebagian Ustadz Masih Bertahan di G6

Dikarenakan kondisi masyarakat sekitar pondok juga mengalami musibah, civitas asatidz G6 tidak serta merta meninggalkan lokasi secara keseluruhan. Beberapa guru yang tinggal di pondok menjadi relawan bencana erupsi.

Kegiatan yang mereka lakukan dalam rentang waktu tersebut adalah

  • mengajar Play Group dan TPA,
  • KULTUM dan Imamah di masjid-masjid sekitar pondok
  • melaksanakan Sholat Idul Adha, menyembelih kurban (keseluruhan berjumlah 5 ekor sapi dan 85 ekor kambing) dan membagikan daging ke seluruh warga masyarakat,
  • mendata tempat penampungan pengungsi erupsi gunung Merapi seluruh kota Magelang,
  • mengkoordinir pembagian logistik ke seluruh tempat pengungsian sementara di seluruh kota Magelang dan
  • membersihkan pondok dari sisa-sisa debu gunung Merapi. (keren!! Masya Allah 👍👍)

Banyak Buku yang Tertinggal

Kepindahan secara massal seluruh santri dalam waktu cepat membuat beberapa santi tidak sempat untuk membawa serta buku-bukunya ke G2, sedang kegiatan belajar tetap diadakan seperti biasa.

Maka bapak pimpinan menginstruksikan kepada seluruh guru Gontor 6 terutama para wali kelas untuk mengadakan pemeriksaan kelengkapan buku paket santri tepat 2 minggu setelah kedatangan mereka ke Gontor 2.

Bagi mereka yang belum lengkap bukunya diberi keringanan untuk mengambil buku di koperasi pelajar Gontor 2 dengan konsekwensi akan dilunasi belakangan. Untuk itu pulalah staf Koperasi Pelajar Gontor 2 bekerjasama dengan toko buku La Tansa dalam pengadaan buku-buku yang dibutuhkan.

Demikian pula bagi para guru yang tidak sempat membawa serta buku pegangan mengajar mereka, staf KMI berusaha mengadakan buku pegangan guru. Hal ini agar kegiatan belajar mengajar selama pengungsian tidak terhambat oleh ketiadaan buku

Saat Erupsi sempat Mengadakan Drama Arena

Malam hari saat letusan terjadi tanggal 26 Oktober, justru untuk pertama kalinya dibuat terobosan baru dengan memisahkankan kelas 5 dan 6 yang pada tahun-tahun sebelumnya tergabung dalam kepanitiaan Arena Gembira.

Suasana saat Drama Arena G6 2010

Untuk pertama kalinya, siswa kelas lima Pondok Modern Gontor VI yang berjumlah 135 siswa mengadakan acara pentas seni Drama Arena yang dilaksanakan pada tanggal 18 Dzulqo’dah 1431 / 26 Oktober 2010 dan bertempat di lapangan depan Masjid Jami’ Gontor VI.

Acara ini dibuka langsung oleh bapak wakil pengasuh Pondok Modern Gontor VI Darul Qiyam dan disaksikan oleh seluruh keluarga besar pondok dan warga sekitar pondok. Meskipun pada malam tersebut gunung Merapi meletus dan menghujani area pondok dengan abu vulkanik, acara dapat berlangsung dengan sukses dan mendapat nilai 9. Acara ini mengusung tema “Dengan ilmu pengetahuan, kebersamaan dan persatuan kita wujudkan peradaban Gontor menggapai ridho Ilahi”. (keren!! Masya Allah 👍👍).

Acara Expo Darussalam Mundur 5 Bulan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana acara ini digelar bertepatan dengan tanggal 1 Muharram, maka tahun 2010 ini Pondok Modern Gontor VI menggelar pameran Expo OPPM pada tanggal 28 Rabiul Awwal 1432/4 Maret 2011. Hal ini dapat dimaklumi mengingat kondisi pondok tidak memungkinkan pada saat acara seharusnya diselenggarakan sebab erupsi bencana Merapi.

Namun acara yang diselenggarakan oleh pengurus OPPM dan Koordinator ini berlangsung dengan baik dan lancar berkat kerja keras segenap pengurus. Dari expo ini santri diharapkan  dapat mengenali bagian–bagian OPPM dan Koordinator dari dekat serta mengetahui inovasi-inovasi baru yang mereka miliki.

Expo Darussalam di G6 sedang di inspeksi oleh Pengasuh

Sebagaimana biasa, acara kali ini mengambil tempat di Lap. Basket depan Gd. Afghanistan dan berlangsung meriah serta disambut oleh para santri dengan antusias. Bapak pengasuh sendiri turun membuka acara serta menginspeksi setiap stand, dalam inspeksinya ini beliau memberikan beberapa saran dan kritik membangun bagi tiap bagiannya.

Tapi walaubagaimanapun Gontor 5 (dulu Gontor 6) tidak kehilangan magisnya dengan keindahan dan kesejukan yang senantiasa mengundang rindu santri alumni dan walisantri untuk mengunjungi. Semoga Allah melindungi santri-santri Gontor dan para assatidz dan juga para Kiai dimanapun berada. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan