Kisah LucuSerba-Serbi

Cerita Sang Putri Kiai/Ustadz di Antara Santri Putra

Beberapa waktu yang lalu anak yang kelas 6 saat menelepon, bercerita tentang ada seorang ustadz senior yang memiliki putri yang juga sedang nyantri di Gontor Putri 1. Sang ustadz ini bercerita bahwa putrinya ini berprestasi di pondoknya. Termasuk santri wati yang pintar dan katanya juga … cantik 😁.

Wahh, bisa dibayangkan kira-kira apa yang ada dibenak sekumpulan anak-anak laki yang “garing wawasan keperempuanan”, yang berada di level usia yang secara zaman butuh perhatian lawan jenis?
😀

Saya sempet goda anak saya, “Wah kalau punya mantu anak kiai keren tuh!”. Tapi sang anak protes, “Aa belum mikir ke arah sana Yah!”. Hehehe padahal saya hanya ngetes doang.

Tapi setelah itu, anak melanjutkan cerita, bahwa di kalangan mereka kemudian jadi timbul “prasangka”, termasuk kepada anak saya ini. Sang Ustadz salah satu yang suka dipuji sang anak karena kecerdasannya. Sebelum tau bahwa ustadz ini punya putri di pondok juga dan seusia, ustadz itu sering jadi tempat diskusi dan konsultasi. Tapi sekarang dia ga berani lagi. Sebab ada selentingan bahwa siapa yang deket dengan ustadz itu pasti ada maksud tersembunyi: CAPER. 😂😂. Dasar anak bujang! Ada yang ingat masa muda? 😁

Tapi anak kiai atau anak ustadz senior itu selalu memiliki pesona. Fenomena memendam rasa pada putri kiai hanya bisa ditemui di pesantren.
Jika pernah nonton film Ketika Cinta Bertasbih mungkin tidak jauh menggambarkan bagaimana pesona putri kiai. Dari browsing-brwosing ketemu artikel tentang misteri pesona putri kiai ini. Dan biasanya memang seperti itu, kalau ada yang beda pasti itu perkecuaian. Apa aja pesonanya:

1. Bunga Pesantren
Entah karena ayahnya yang sudah memiliki aura kharisma seorang kiai, tapi putrinya biasanya juga memiliki aura yang spesial. Kalau di masyarakat umum, biasanya dikenal bunga desa yaitu seorang wanita “spesial” di suatu desa yang disukai banyak orang karena kecantikannya.Kalo di pesantren disebut bunga pesantren. Putri kiai bisa di ibaratkan sebagai bunga pesantren, karena hampir semua santri putra menjadi penasaran kepadanya. 

2. Terlihat Paling Rapi
Putri kiai biasanya akan berpenampilan rapi, anggun dan mempesona. Sehingga terkadang sama sekali tidak terlihat kekurangannya, terutama di mata para santri putra.
Terkadang hal ini berefek pada para santri putra, yang tiba-tiba juga berpenampilan rapi. Mungkin mereka berpikiran, kalau dengan berpakaian rapi bisa sedikit menarik hati sang putri kiai. Untung Gontor putra tidak berbarengan dengan Gontor Putri

3. Terlihat Paling Cantik dan Anggun
Mungkin banyak sekali santri yang memiliki paras cantik di pesantren. Namun tetap saja putri kiai memiliki pesona yang melebihi para santri putri yang lainnya, dia akan terlihat paling cantik dan anggun. Maklum, namanya juga putri dari sang “raja pesantren”, yang pastinya terawat bagai permaisuri.Terkadang banyak dari santri putra, bahkan ustadz yang mengajar di pesantren berlomba dalam prestasi untuk bisa mendapatkan hati sang “raja pesantren”.
Jika sang raja atau sang kiai sudah terpikat, maka langkah selanjutnya adalah mencoba untuk memikat hati sang putri kiai.

4. Terlihat Paling Pintar
Memang tidak semua putri kiai itu pintar, namun umumnya adalah mereka memang pintar. Kalau ibarat pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, itulah yang menggambarkan putri kiai.
Jika mereka pintar, wajar saja karena mereka mewarisinya dari sang bapak. Namun, biasanya putra dan putri kiai mendapatkan didikan yang lebih dibanding yang lain karena merekalah yang nantinya menjadi generasi penerus pondok.
Tidak jarang putra dan putri kiai melanjutkan studi sampai jenjang tertinggi di Universitas yang ternama, baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Bukan hanya karena dukungan orang tua, tapi juga karena kepintaran dan juga keinginan besar mereka.

5. Tidak Terjamah
Ketika seorang santri putra jatuh hati pada putri kiai, tentu saja seperti mereka sedang jatuh hati pada seorang putri  raja.
Hal ini bukan tanpa sebab, bukan hanya karena mereka dari golongan keluarga pesantren tapi untuk bisa mendapatkan putri kiai tersebut pasti para santri putra akan bersaing dengan para “pangeran” yang jauh lebih baik dalam segala hal. Pangeran disini maksudnya adalah putra dari kiai-kiai pesantren yang lain atau putra dari tokoh-tokoh ternama. Sungguh berat! Sangat berat!

Namun, jodoh adalah hal gaib yang tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Jadi bagi para wali santri putra yang pengen punya mantu pada putri kiai, jangan putus asa, selama janur kuning belum berkibar.

Tapi lamunan itu menjadi terbang, tersadarkan oleh sang Bujang yang menegaskan, “Aa belum mikir ke arah sana Yah, ntar habis waktu mikirin itu sekolah jadi rusak!” Oops!! siap Nak, ayah percaya sama kamu @mimpimantu 😁😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan