Kolom Ustadz Oky

Ustadz Oky: Kisah Kemodernan Gontor

Sebenarnya kenapa Gontor itu disebut pesantren Modern? Apa karena gedungnya megah? Atau karena Guru-gurunya sudah pakai Dasi dan Celana? Atau karena ada Panggung Gembira dan Drama Arena-nya?

Ternyata gelar modern ini justru diperoleh dari seorang Pendeta di Madiun ketika mengunjungi Gontor. Dia begitu terpesona melihat santri-santri Gontor bisa berbahasa Arab dan Inggris dengan fasih dan digunakan dalam percakapan sekari-hari, dia juga terheran-heran bahwa Gontor mampu menggerakkan santri dari berbagai latar belakang suku bangsa, organisasi masyarakat, dan keluarga yang berbeda dalam satu kesatuan gerakan.

Di saat pesantren lain pada masa itu, masih menggunakan metode penterjemahan Kitab dalam bahasa Jawa, dan membebaskan santrinya untuk berasarama diluar kampus pesantren, sehingga agak susah didisplinkan. Maka spontan karena melihat kenyataan ini, pendeta itu menyebut Gontor sebagai Pondok Modern.

Jadi, kalau melihat dari sejarah penamaan “Modern” di Gontor ini, maka bisa disimpulkan bahwa ciri Modern yang Gontory itu Cuma dua :

1. Santri Hidup berasrama dan Berdisplin
2. Santri berbahasa Arab dan Inggris secara aktif dalam percakapan.

Jika seandainya ada yang ingin membangun pesantren Modern ala Gontor, maka syaratnya ya Cuma dua itu. Tidak perlu membangun gedung mewah lagi megah kalau belum mampu, tidak perlu punya kendaraan “dinas” yang megah dan mewah. Displinkan santri-santrimu untuk berbahasa dan berbudaya pesantren yang Iklhas, sederhana, mandiri, berukhuwah, dan merdeka secara hakiki. Itu saja cirri pesantren modern ala Gontor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan