Inspirasi dan MotivasiSerba-Serbi

Pengalaman Pribadi: Pendaftaran Santri Baru Gontor Putri (Catatan Bunda Niswatul Khimayah Bag. 2)

Ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang pendaftaran gontor (khususnya putri), bagi yang belum membaca part 1 silakan klik link berikut PENDAFTARAN GONTOR – PART 1 🙂

4. Bagaimana alur pendaftarannya?
Alur pendaftarannya sangat panjang sekali karena ada 9 pos. Dari pos 1 sampai 9 tersebut semua berpusat di sekitar gedung oren, jadi walaupun harus lari-larian tapi tetap dalam satu area. Saya agak lupa urutannya, jadi saya minta maaf kalau beberapa kebalik-balik gak berurutan dan hanya bisa menceritakan secara garis besar yang saya ingat ya.

Pos 1 – Pengarahan
Tahap pertama atau disana disebut pos 1, yang harus diikuti oleh calon pelajar dan calon wali santri adalah ikut pengarahan. Pengarahan diadakan 3 kali sehari, yakni pagi, siang dan dan habis isya, jadwal detailnya perhari biasanya ditempel di gerbang depan yang penjagaan santri. Pengarahan tidak lama, seingat saya gak sampai 1 jam. Inti dari pengarahan ini sendiri adalah mengenalkan Gontor. Di akhir pengarahan tersebut akan diberikan map yang isinya formulir, surat pernyataan dan lain-lain. Oleh sebab itu, pengarahan ini bersifat wajib karena kalau gak ikut pengarahan ya gak dapat formulir.
Saran saya, cari tempat duduk yang aksesnya mudah . Terutama untuk anaknya, karena saat akan di bagikan formulir anak akan di kumpulkan di kursi barisan depan dan orang tua harus berpindah. Semakin depan posisi anak, maka semakin duluan juga menerima formulir dan bisa langsung mengisi untuk dibawa ke pos berikutnya. Sebab sekali pengarahan itu orangnya tidak sedikit, jadi kalau gak cepat-cepat jelas antriannya ke pos-pos berikutnya akan sangat panjang sekali. Jelas habis banyak waktu untuk mengantri, padahal pos nya ada 9. Resikonya adalah proses tersebut gak bisa selesai dalam 1 hari, padahal kalau cepat proses itu bisa selesai gak sampai 2 jam.
Oh ya, kemarin saya kesana pas tanggal 10 syawal dimana itu batas absensi santri lama. Jadi paginya ada acara apa gitu, yang mengharuskan pendaftaran santri baru off dulu. Sehingga pengarahan pada hari itu hanya ada sekali yakni pada malam hari (jam 8 malam)

Pos 2 – Pengisian formulir
Jadi tulisan pos 2 ini sebenarnya ada di teras gedung oren, di situ tersedia meja dan kursi yang cukup banyak untuk menulis. Tapi pada faktanya orang-orang gak banyak yang nulis disitu, termasuk saya juga. Sebab kita harus memburu waktu untuk menghindari antrian tadi.
Saran: isi formulir lebih cepat lebih baik. Kalau mau cepat, begitu anaknya sudah pegang formulir langsung suruh mundur dan langsung isi di dalam gedung oren saja gak perlu di meja. Bagian sisi belakang itu kan gak ada kursinya, jadi kemarin kita mengisi dengan lesahan disitu, itu lebih PW dan cepat daripada di meja. Sebenarnya tulisan supaya diisi oleh calon santriwati sendiri, tapi lagi-lagi karena kejar-kejaran dengan waktu jadi sebaiknya dibantu apalagi yang baru lulusan SD. Oh ya, siapkan 2 buah materai 6000 karena ada surat pernyataan yang harus bermaterai.

Pos 3 – Pengecekan berkas
Saya sampai pos ini paling cepat, benar-benar orang pertama. Disini sebenarnya prosesnya cepat, hanya cek kelengkapan berkas, centang-centang dan stempel. Tapi ya namanya orang ratusan jadi pasti tetap antri kalau keburu ramai. Sampai pos ini di map nya baru centang-centang aja, sedangkan untuk foto dan kamar asrama itu nanti di pos selanjutnya. Kalau nomor peserta saya lupa itu dapatnya di pos berapa. hehe.

Pos 4 – Input berkas
Sejujurnya mulai pos ini saya lupa urutannya, yang jelas tahapannya kurang lebih begitu tapi mungkin kebalik-balik saja, maaf sekali. Jadi di post ini kita cuma perlu ngasih berkasnya ke panitia untuk di input ke komputer. Beberapa ada yang di konfirmasi ulang untuk memastikan aja mungkin.

Pos 5 – Bayar
Di post ini tinggal menyerahkan uang pendaftaran sesuai dengan yang tertulis di web. Setelah membayar nanti akan diberi kiitansi yang nanti di serahkan lagi ke pos selanjutnya.

Pos 6 – Pos kesehatan
Pos kesehatan disini dilakukan oleh dokter dari BKSM. Jadi di dalam map hijau yang dari pengarahan tadi ada surat pernyataan sehat yang akan di tanda tangani oleh dokter di pos ini. Disini calon pelajar harus membayar Rp 30.000, mungkin untuk biaya beli alat karena itu sekali pakai. Tes kesehatannya seperti tes kesehatan di sekolah umum, tidak rumit dan tidak makan waktu lama. Tenang aja gak perlu dikhawatirkan selama kita hidupnya bener, gak konsumsi obat terlarang, gak macem-macem juga. hehe 🙂
Tapi di pos ini agak panjang prosesnya, karena ada beberapa tahap yang harus di lalui. Pertama naruh map dulu, di panggil lalu seinget saya dikasih kertas (tapi lupa kertas apa). Lalu ke pengarahan, dikasih alat dan dijelasin cara penggunaannya. Sudah sampai situ anaknya harus masuk sendiri ke ruangan, orang tua nunggu di luar. Beres dari ruangan itu, harus ke ruangan sebelahnya. Tenang aja ada petunjukknya selalu.

Pos 7 – Dapat kartu capel dan asrama
Saya benar-benar lupa sesungguhnya dapat kartu capel itu di post mana, tapi kalau asrama insyaAllah di post ini. Jangan lupa bawa foto sesuai dengan syarat pendaftaran, karena salah satunya untuk di tempel di kartu ini. 🙂

Pos 8 – Beli buku dan parabot
Jadi bagi yang belum beli parabot, kayak kasur, gayung dan ember bisa beli disini. Begitupun untuk beberapa buku, seperti buku doa, pelajaran bahasa arab 1, tuntunan sholat, dll. Tapi gak banyak yang bisa dibeli disini, mungkin hanya yang dipakai kedua-duanya baik kelas intensif maupun reguler. Bahkan kemarin (lagi-lagi saya kurang ingat angka pastinya) untuk buku gak sampai 100rb. Kalau parabot ya hampir sama seperti diluar, tapi lupa berapanya. Disini gak wajib, kalau misal sudah punya ya gak apa-apa gak usah beli. Karena saya gak cek daftarnya, ternyata kebeli buku yang adik saya sudah punya. Kalau parabot adik saya cuma beli gayung, karena hanya itu yang belum kebeli. Sebelum daftar kita udah beli parabot di latansa, beberapa juga beli di toko-toko depan pondok.

Tes Lisan
Rangkaian terakhir dari proses pendaftaran ini adalah tes lisan. Kalau ikut pengarahan pagi mungkin tes lisan bisa hari itu juga. Saat itu karena kita ikut pengarahan malam hari, jadi keesokan harinya baru ujian lisan. Setelah beres semua proses pendaftaran, nanti akan dijadwalkan untuk ujian lisan. Mengenai waktu dan ruangannya akan ditempel di papan pengumuman depan gedung oren. Pagi setelah shubuh sudah ada pengumuman dan adik saya dapat kloter pertama yaitu pukul 07.00 WIb.
Saran saya datang jauh sebelum jam 7, karena GP 1 ini kan luas jadi jalannya aja juga butuh waktu. Jangan lupa untuk membawa berkas karena seingat saya map yang hijau itu akhirnya diberikan disini, diserahkan kepada Ustadz yang menjadi penguji. Mengenai materi yang diujikan akan saya ceritakan di postingan selanjutnya 🙂

Sumber: http://auraima.blogspot. com/2017/08/pendaftaran-santri-baru-gontor_17.html

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan adblock Anda, karena untuk maintenance web ini kami hanya mendapat dari iklan